Review: The Jacatra Secret

The Jacatra Secret
The Jacatra Secret by Rizki Ridyasmara
My rating: 3 of 5 stars

Teman-teman saya kaget dengan bacaan saya yang satu ini. Mengapa? Karena pada sampulnya tertulis “The Jacatra Secret – Misteri Simbol Satanic di Jakarta”. Mereka bertanya dengan wajah yang tidak mengenakkan seolah saya tertarik dengan buku tentang satan atau iblis. Halooo… saya hanya bisa beri penjelasan singkat kalau buku ini semacam [b:The Da Vinci Code|968|The Da Vinci Code (Robert Langdon, #2)|Dan Brown|https://d.gr-assets.com/books/1303252999s/968.jpg|2982101] versi Indonesia.

Saya bukan termasuk orang yang sangat tertarik dengan teori konspirasi, maka saya hanya bisa memberi bintang 3 untuk rating buku ini. Namun terlepas dari itu, saya memang hanya bisa maksimal memberikan segitu karena ada beberapa nilai minus dan plus yang saya alami selama membaca buku ini.

Jika difilmkan, buku ini hanya akan menjadi film action thriller yang tanggung. Tak heran sih, karena kejadian yang berlangsung cepat selama dua hari dimampatkan ke dalam 424 halaman. Hanya ada dua kejadian yang action banget, sisanya adalah kejadian cepat dan sunyi, juga paparan panjang lebar tentang sejarah. Nah, saya merasa paparan konspirasi ini memenuhi sebagian besar isi buku, dan menjadikan buku ini termasuk buku “berat” bagi saya. Setiap memasuki bagian di mana Doktor John Grant menyampaikan setiap pengetahuan yang dimilikinya, ketika Angelina Dimitrea terkesima, saya pun berjuang keras untuk mencerna kata demi kata. Ini murni karena saya bukan orang yang peduli dengan teori konspirasi. Beberapa hal memang membuat saya penasaran untuk melihat sendiri, tapi selebihnya saya lelah. Tak heran, saya lama sekali untuk bisa menyelesaikan membaca buku ini. Dan setelah membacanya, saya lega.

Namun, bagi saya, The Jacatra Secret memang harus begini. Ini sudah pas. Kalau penulis mengurangi sisi penjelasan sejarahnya, maka buku ini akan kehilangan kekuatannya dan tak beda dengan buku-buku fiksi kebanyakan. Saya salut dengan [a:Rizki Ridyasmara|760623|Rizki Ridyasmara|https://d.gr-assets.com/authors/1302442474p2/760623.jpg] selaku penulis, yang pasti sungguh-sungguh dalam melakukan riset untuk menyelesaikan buku ini. Tidak mudah menulis kisah seperti ini karena harus merangkai fakta dalam balutan fiksi. Dan penulis tentunya juga berhati-hati, karena hal-hal semacam konspirasi seperti ini sangat sensitif dan tak pantas untuk dibuat main-main.

Saya yakin buku ini akan memberikan kesan tersendiri bagi mereka yang ada di Jakarta, terutama yang sering melewati tempat-tempat yang disebutkan di buku ini. Penulis mencoba untuk membuka mata pembaca untuk lebih memperhatikan hal-hal yang selama ini tidak diperhatikan. Dengan ending yang bukan ending, alias terdeteksi ada sekuel, maka akan lebih banyak lagi rahasia yang akan dipaparkan oleh penulis. Entah benar atau tidak.

Penulis sesekali berpindah sudut pandang dari petualangan John Grant, aksi Drago, dan tingkah Luthfi Samiri. Cara cerdas untuk mengenalkan tokoh kepada pembaca.

Beberapa gambar yang dilampirkan di bagian akhir buku adalah nilai tambah. Baik untuk mereka yang penasaran. Saya sendiri terkejut ketika melihat gambar bundaran Hotel Indonesia.

Terakhir, saya masih penasaran dengan angka [27 07 09 09 26] yang ditampilkan pada bagian akhir Ucapan Terima Kasih. Sebuah kode yang hanya bisa dibaca oleh mereka yang tahu?

View all my reviews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s