Kau Seperti Hujan

Kau seperti hujan. Kau datang dan pergi. Kadang kau datang tanpa permisi. Kadang kau bilang mau datang, tapi nyatanya tidak. Kadang kau sungguh datang dan berlama-lama menemani. Kau memang seperti hujan. Ataukah hujan yang sepertimu?

Kau seperti hujan. Ada yang membencimu. Namun, tak sedikit juga yang menyukaimu. Kadang kau tampak anggun. Kadang kau terasa menakutkan juga. Kau adalah sosok yang tak tentu, layaknya hujan di Indonesia ini. Kau tak terprediksi.

Kau seperti hujan. Aku selalu mengatakan itu kepadamu dan kau tahu aku benar-benar menaruh arti di dalamnya. Entah kau mengerti artinya atau tidak, tapi dari sorot matamu, kutahu kau mengerti kalau aku mengatakan itu dengan sungguh-sungguh.

Aku sendiri kadang bimbang. Haruskah aku benci atau suka kepadamu, layaknya kepada hujan. Kau tak terprediksi, sama seperti perasaanku padamu. Tak terprediksi, kata-kata yang sangat cemen untuk menggantikan plin-plan. Ah, apakah itu artinya aku sangat bodoh?

Kau seperti hujan. Kau datang dan pergi. Layaknya musim hujan yang berlalu, kau menghilang. Namun, kutahu, kau akan datang lagi. Selalu.

Iklan

2 thoughts on “Kau Seperti Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s