Wujud Hujan

Apakah aku bisa menemukan wujudmu? Di balik percikan air yang membentuk lingkaran-lingkaran semu. Di balik tetesan air yang memantul dari bawah dan merambat di dinding. Apakah aku bisa menemukan wujudmu yang sebenarnya? Di balik gemericik yang menggelitik. Di balik gemuruh yang memburu.

Aku tak bisa menemukan wujud nyatamu. Meskipun ada kilat dalam sekali detak. Meskipun ada petir dalam satu tarikan nafas. Masih belum bisa kutemukan wujud aslimu. Meskipun awan mencair dan memenuhi tiap ruang di atas langit. Meskipun awan menggumpal dalam bulatan-bulatan gila yang berwarna nyaris hitam.

Hampir menyerah mencari wujudmu. Ketika titikmu begitu lembut serupa embun. Ketika titikmu begitu ganas layaknya rajaman bongkahan beku. Mulai menyerah mencari wujudmu. Ketika hanya ada satu dua kau jatuh dan tak seorang pun yang tahu. Ketika berjuta-juta kau tampakkan dirimu hingga orang-orang berharap kau hilang sebelum semua tenggelam.

Wujudmu, hujan. Tak seorang pun yang tahu seperti apa kau setelah ini. Kau seperti sebuah rahasia di balik angka-angka dadu. Jika satu, kau gerimis. Jika enam, kau air bah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s