Gadis Penikmat Hujan

Akhirnya hujan pertama turun juga di kota ini. Kau, gadis penikmat hujan, pasti sangat bahagia akan hal ini. Tak bosan aku melihat matamu yang berbinar memandangi tetesan-tetesan air yang jatuh dari angkasa. Caramu memejamkan mata, dan senyummu, sambil menikmati aroma hujan bercampur tanah, tak pernah bosan aku melihatnya.

Wahai, gadis penikmat hujan. Caramu menyambut datangnya hujan, seperti seorang anak kecil menyambut kedatangan ayahnya yang lama berlayar. Kau tarik tanganku, mengikuti langkahmu menerima guyuran air dari surga. Seolah kau mengajakku untuk menemui ayahmu, memperkenalkan kami berdua.

Kau menari, mengajakku serta. Pancar binar bahagiamu begitu polos layaknya anak kecil yang tanpa pernah peduli carut marut dunia. Kau tak memusingkan bagaimana pendapat orang padamu. Kau tak mau dengar gunjingan mereka. Katamu, biarlah mereka menikmati hari mereka seperti itu. Ini adalah caramu menikmati hari, mensyukuri hari.

Kau, gadis penikmat hujan, mengajariku bagaimana cara menikmati hari. Beruntung aku bertemu dan mengenalmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s