Batal

Tadi malam, sesungguhnya aku sudah tidak sabar menanti datangnya pagi. Namun, kenyataan yang kudapati saat ini, sesungguhnya bukan pagi macam ini yang kuharap. Kabut, mendung, dingin. Hujan ringan sudah mengguyur sejak satu jam yang lalu. Matahari juga tak punya kuasa untuk menyibak semua awan hitam itu. Mereka terlalu banyak, terlalu tebal.

Apakah ini artinya kita harus membatalkan rencana yang sudah kita siapkan sejak seminggu yang lalu? Kau mungkin akan berkata masih ada minggu depan lagi. Masih ada kesempatan yang lain. Namun, benarkah kesempatan itu akan datang?

Kupandangi langit hujan yang tak pernah terprediksi. Apakah kau juga sedang memandangi langit saat ini? Langit yang sedang kita pandangi adalah langit yang sama. Apakah kita akan baik-baik saja dengan membatalkan pertemuan kita hari ini?

Aku akan meneleponmu, sebelum akhirnya kusadari kau meneleponku lebih dulu. Suaramu menenangkanku. Kau bilang tak apa. Namun, apakah benar tak apa bagi diriku?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s