Diary Daisy

Daisy(sumber gambar: di sini)

Gardenesia adalah sebuah dunia yang penuh dengan tanaman dan serangga. Begitu banyak jenis tanaman dan serangga yang hidup berdampingan dengan damai, penuh rasa persaudaraan, dan tolong menolong. Ada Bu Mawar yang suka berdandan dan membuat kue dengan ibu-ibu mawar tetangganya yang lain. Ada Pak Singkong yang suka menggali tanah untuk mencari makan. Ada juga Pak Kaktus yang selalu berdiri tegak dan waspada kalau ada penduduk yang kekurangan air. Ada Anak Lebah suka beterbangan dan bermain-main. Ada juga pemuda Kupu-Kupu yang suka membantu membawakan barang.

Di antara kesibukan penduduk Gardenesia, ada juga si kecil Daisy yang setiap pagi belajar bersama teman-temannya di sekolah. Daisy adalah bunga yang sederhana. Dia sangat suka tersenyum dan bersahabat dengan siapa saja, baik itu tanaman atau serangga. Oleh karena itu, dia punya banyak sekali teman.

Namun, Daisy punya sesuatu yang selalu membuatnya sedih. Dia adalah bunga yang pelupa. Daisy sering sekali kebingungan mencari barang-barang atau melupakan janji-janji yang dibuatnya. Tentu saja hal ini membuat Daisy menjadi sedikit tidak percaya diri.

Daisy and Bee(sumber gambar: di sini)

Gara-gara lupa, Daisy pernah bertengkar dengan Anak Lebah. Dia menuduh Anak Lebah menghilangkan buku PR-nya. Anak Lebah yang memang tidak tahu apa-apa tentang buku Daisy hanya bisa membela diri. Tak lama kemudian, barulah Daisy ingat kalau buku PR-nya sedang dipinjam oleh Anggrek, temannya. Pastilah Daisy malu dan meminta maaf karena sudah memarahi Anak Lebah.

Mawar Pink(Sumber gambar: di sini)

Daisy juga pernah bertengkar dengan sahabatnya si Mawar Pink. Daisy pernah berjanji kalau akan memenuhi ajakan Mawar Pink untuk menghadiri pesta ulang tahunnya. Namun, sampai malam datang, Daisy benar-benar lupa kalau Mawar Pink sedang menunggunya. Besoknya Daisy mendapati Mawar Pink cemberut dan tidak mau berbicara dengannya. Daisy sangat menyesal.

Sad Daisy(sumber gambar: di sini)

Meskipun sekarang Anak Lebah dan Mawar Pink sudah tidak pernah mempermasalahkan hal itu lagi, tapi semakin lama Daisy semakin kepikiran dengan dirinya yang pelupa. Dia sangat sedih dan kelihatan layu setiap harinya. Teman-teman Daisy yang melihatnya menjadi kasihan. Daisy bukan bunga yang nakal. Dia hanya perlu bantuan untuk bisa keluar dari masalahnya.

Akhirnya mereka bertanya kepada Daisy, “Daisy, mengapa kamu bersedih?”

Dengan tubuh yang lunglai dan wajah yang murung, Daisy menjawab, “Teman-teman tahu kan? Aku ini bunga yang pelupa. Aku sering lupa dengan barang-barang yang kuletakkan. Aku juga sering lupa dengan hal-hal yang kujanjikan. Ini semua menggangguku. Aku malu pada kalian semua karena kelemahanku ini.”

“Kami akan membantumu,” kata Mawar Pink sambil menghibur Daisy. Anak Lebah juga mengangguk setuju.

Saat mereka semua berpikir tentang cara mengatasi kelupaan Daisy, tiba-tiba Anak Lebah berseru girang, “AHA! Ini pasti berhasil!”

Bee(sumber gambar: di sini)

Mereka semua yang berkumpul di situ langsung serius mendengarkan penuturan Anak Lebah.

“Bagaimana kalau Daisy mencoba untuk menulis Diary? Buku harian,” kata Anak Lebah dengan bersemangat. Daisy dan teman-teman lainnya tidak begitu mengerti dengan diary yang dimaksud oleh Anak Lebah.

“Diary seperti apa?” tanya Daisy.

Anak Lebah pun menceritakan apa yang diketahuinya, “Buku harian atau Diary adalah catatan yang dituliskan setiap hari. Yang ditulis biasanya kegiatan sehari-hari. Jadi nanti Daisy akan mengingat-ingat yang sudah dilakukan dan menuliskannya di diary itu. Dengan menuliskannya, kita bisa mengingat sesuatu dengan lebih mudah dan menyenangkan.”

Bee Laptop(sumber gambar: di sini)

“Kamu punya diary?” tanya Mawar Pink kepada Anak Lebah.

“Punya dong!” jawab Anak Lebah dengan bangganya. “Tapi aku tidak menulisnya di buku. Aku menulis diary-ku di blog. Tujuannya sama, yaitu agar aku bisa ingat dengan apa saja yang sudah aku lakukan,” kata Anak Lebah sambil mengeluarkan laptop dan menunjukkan blognya kepada teman-temannya. Daisy, Mawar Pink, dan teman-teman lainnya takjub melihat blog Anak Lebah yang penuh dengan tulisan.

Flowers(sumber gambar: di sini)

“Menulis diary sepertinya menyenangkan. Semoga dengan menulis, aku tidak mudah lupa lagi,” kata Daisy dengan bersemangat. “Terima kasih, Anak Lebah!”

“Menulis diary di dalam sebuah blog juga ide yang bagus. Kita jadi tidak perlu lupa meletakkan buku diary-nya juga, kan,” ucap Mawar Pink sambil melirik Daisy. Mereka semua tertawa.

Menulis diary atau buku harian adalah salah satu cara agar kita tetap ingat dengan aktivitas yang sudah dilakukan. Selain itu, kita juga bisa menjadikan diary sebagai media untuk mencurahkan perasaan. Dengan menuliskannya, kita akan lebih mudah mengingat sesuatu karena tulisan itu tidak akan hilang. Blog adalah bentuk baru diary jaman sekarang. Kita bisa memanfaatkan blog untuk fungsi yang sama dengan diary. Dengan melakukan hal positif ini, semoga kita selalu bisa mengingat lebih banyak hal, termasuk nasihat-nasihat orang tua kita.

= = = = = = = = = =

Dongeng ini diikutsertakan pada Lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com 2011. Dongeng merupakan tulisan asli penulis. Semua ilustrasi yang tercantum di dalam artikel ini diambil dari berbagai sumber yang berasal dari link di bawah masing-masing gambar.

Keyword: Sarikata.com, Lomba Cerita Anak, Dongeng, 2011

Iklan

7 thoughts on “Diary Daisy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s