Ide Dalam Sebuah Filosofi

Ide Dalam Sebuah Filosofi(sumber gambar: di sini)

Manusia tidak pernah diciptakan oleh Tuhan untuk berdiri sendiri dan berdiam diri. Selalu ada alasan bagi manusia untuk bergerak, melakukan sesuatu, aktualisasi diri, perhatian kepada orang lain, menjadi berarti bagi sesamanya. Suatu kebaikan yang mulia atas keputusan Tuhan untuk memberikan titah kepada manusia agar beranak cucu dan bertambah banyak dan memenuhi seluruh bumi. Dengan melihat dan mengenal orang lain, manusia pun memiliki kesempatan yang luar biasa untuk belajar dan melakukan introspeksi atas sesama jenis mereka sendiri, yaitu manusia.

Kecintaan Tuhan kepada manusia, tak ada bedanya. Miskin dan kaya, tampan dan buruk rupa, pria dan wanita, balita dan lanjut usia, semua memiliki ujiannya masing-masing, begitu juga dengan rejekinya. Orang bilang, “Dunia ini panggung sandiwara.” Maka, setiap peran pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan segala kesempatan dan keterbatasan itulah, manusia memiliki pilihan untuk tampil sebagai peran yang berhasil atau yang tidak.

Berikut saya persembahkan…

Ide Dalam Sebuah Filosofi

(diperkenalkan oleh: Ayos Purwoaji)

Ide merupakan sebuah potensi. Potensi adalah suatu tingkatan dimana dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih berharga, atau justru meredup dan hilang tak bersisa, bahkan menjadi sebuah penyesalan yang dalam. Bagi sebagian orang, ide adalah mata pencaharian. Bagi banyak orang, meskipun bukan suatu kebutuhan primer, ide merupakan suatu hal kecil yang setiap saat akan dibutuhkan. Ide adalah sesuatu yang luhur dan patut untuk dihargai.

Ide adalah suatu berkah. Tuhan mencurahkan ide kepada manusia sebagai sesuatu yang sungguh misterius kemunculannya. Itulah sebabnya setiap orang menyatakan bahwa ide bisa muncul di mana saja.

Katakanlah, Tuhan akan menganugerahkan sebuah ide “A”. Dengan ide ini, Tuhan pun ingin mengetahui siapakah manusia-manusia terpilih yang akan memanfaatkannya menjadi sesuatu yang lebih berarti. Ide “A” pun dikirimkan ke beberapa orang secara acak di seluruh dunia. Respon yang diberikan oleh tiap manusia akan ide ini bisa bermacam-macam. Berbagai pertanyaan berikut bisa direspon dengan jawaban YA atau TIDAK.

Apakah saya tertarik dengan ide itu?
Apakah saya memiliki kemampuan untuk merealisasikannya?
Apakah saya akan melakukannya sekarang?
Apakah saya akan memberitahukannya kepada orang lain?
Apakah ide ini harus berhasil?

Siapa cepat, dia yang dapat. Seberapa cepat seseorang merespon positif sebuah ide, maka kemungkinan besar ide itu menjadi miliknya. Manusia bisa saja mengabaikan ide itu karena keterbatasan yang dimilikinya. Manusia bisa saja menyimpan ide itu sendiri dan merahasiakannya dari orang lain. Namun, siap-siap saja, ide itu akan muncul di tempat lain dimana orang lebih menghargai keberadaannya. Jadi kesimpulannya, kawan, jangan kaget kalau idemu ditemukan di tempat lain. Mereka tidak mencuri idemu, mereka hanya lebih menghargai ide itu daripada dirimu.

Jadi… apa yang harus kita lakukan sebagai wujud menghargai kemunculan ide tersebut?

Selama kamu bisa merealisasikannya, lakukanlah. Jika kamu tidak bisa melakukannya sendiri, ajaklahย  keluarga atau teman-temanmu untuk membuatnya menjadi nyata. Dengan begini, efek positif dari sebuah ide tidak hanya untukmu, tapi juga untuk mereka yang membantumu. Namun, jika kamu benar-benar merasa kalau ide itu bukanlah takdirmu, maka berbagilah dengan orang lain. Itu artinya kamu memberikan potensi kebahagiaan itu kepada orang lain daripada untuk dirimu sendiri.

Kau menyimpan ide karena takut kehilangan ide atau takut orang lain mencuri ide itu?

Kawan, ide bukanlah sesuatu yang patut untuk dimiliki sendiri. Sikap tersebut adalah wujud kalau kalian tidak menghargai keberadaan sebuah ide. Ingat, ide adalah sebuah potensi. Jangan biarkan potensi akan berakhir sebagai sebuah potensi belaka. Karena sikap kalian yang tidak menghargai ide, bisa jadi Tuhan tidak mau mengirimimu ide lagi. Sebaliknya, jika kalian menghargai ide, Tuhan akan senang pada kalian dan akan mengirimi kalian ide yang lebih beraneka ragam lagi.

Akhirnya sekarang, masihkah kalian bisa mendiamkan ide di kepala kalian?

Iklan

10 thoughts on “Ide Dalam Sebuah Filosofi

  1. Semakin membenamkan ide, semakin kita tak bisa berkembang,, maka luapkanlah.. ๐Ÿ™‚
    semelantur apapun, sengawur apapun, ide tetaplah kekayaan otak yang tak patut dipendam.. ๐Ÿ™‚

  2. sedelapan!
    ide itu anugrah jadi jangan sampai disia-siakan
    dan lagi, ide itu sebaiknya jangan ditunggu, tapi dijemput (itu kata nebek saya :p)

  3. ide itu gampang-gampang susah buat didapat… ๐Ÿ˜•
    untuk itu, jika sudah mendapatkan ide harus segera direalisasikan… ๐Ÿ˜€
    notes yang bagus… ๐Ÿ™‚

    salam – PopNote

  4. Kalau pas lagi nggak dibutuhkan, kadang ide datang begitu aja. Giliran lagi benar-benar dibutuhkan, eh nggak datang-datang…. Makanya buku catatan kecil utk mencatat ide-ide yang datang tiba-tiba itu cukup penting ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s