Strategi Marketing Untuk Orang Bodoh


This post is written by Wahyu


Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti sebuah seminar nasional tentang Pendidikan dan Entrepreneurship. Namanya National Education and Entrepreneurship Seminar (NEES) yang diadakan oleh Himatekk ITS di Ruang Sidang Teknik Sipil ITS. Seminar yang merupakan bagian dari rangkaian acara Chemical Engineering Innovation Festival (Chernival) ini diisi oleh dua orang pembicara yang bagi saya sangat luar biasa. Yang pertama adalah Goris Mustaqim, pendiri Asgar Muda. Lalu yang kedua adalah Laila Asri, CEO Pourvous Natural Body Care.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi ilmu yang saya dapatkan dari presentasi Mbak Laila Asri (beliau maunya dipanggil Mbak saja) mengenai 10 Marketing Strategies for Dummies, makanya saya beri judul seperti itu di posting ini.

Yang paling saya ingat dari pernyataan Mbak Laila, “Mengapa for dummies? Itu artinya, orang bodoh saja bisa berhasil jika mengikuti kiat-kiat ini dengan benar. Apalagi kita yang keadaannya seperti sekarang ini.”

Nah, untuk teman-teman sekalian yang sedang mencoba untuk belajar berbisnis dan belajar pemasaran a.k.a marketing, semoga materi yang diberikan oleh beliau ini dapat bermanfaat bagi teman-teman.

* * * * *

10 Marketing Strategies for DUMMIES

Materi ini dimulai dari slide ke-12. Mari kita pelajari sama-sama.

#1. Have an opinion

Mulailah dengan sebuah opini yang berani. Dengan menyatakan hal ini, orang akan mengetahui apa yang akan menjadi kehendak kita. Mungkin ada ungkapan bahwa diam adalah emas. Namun, hal itu tidak digunakan dalam kasus kita kali ini. Agar orang lain mengetahui diri kita, katakanlah apa yang ingin kita lakukan atau ingin menjadi apa. Ini adalah sebuah wujud niat yang harus berani kita tunjukkan kepada dunia.

#2. Start with PLAN

Tidak ada yang akan berjalan baik tanpa sebuah rencana. Sebuah bisnis misalnya. Meskipun tidak semua usaha diawali dengan membuat business plan, tapi semua perusahaan yang ingin berkembang harus memiliki business plan. Rencana ini adalah sebuah gambaran yang akan membantu kita untuk mengembangkan sesuatu yang ada di benak kita. Semuanya harus jelas, paling tidak untuk produknya. Tujuannya tentu agar kita mengetahui haluan-haluan atau benang merahnya.

#3. Be DIFFERENT

Orang sering takut untuk menjadi berbeda. Namun, sesungguhnya berbeda adalah suatu kelebihan dimana kita akan terlihat daripada yang lain dan orang akan lebih mudah mengetahui keberadaan kita. Misalnya, kita adalah orang yang berkulit hitam, berada dalam komunitas yang berkulit putih. Lalu ada presiden yang mau cari kita.

“Yang namanya Lambertus itu yang mana ya?”
“Itu, Pak! Yang kulitnya hitam.”

Nah, langsung ketemu. Beda lagi kalau kita tidak berbeda, pasti perlu mengidentifikasi hal lainnya yang menjadikan berbeda dengan keadaan mayoritas. Hal ini juga menjadi salah satu faktor mengapa saya sangat menghormati orang minoritas.

#4. Set your OBJECTIVES

Target! Keberadaan suatu tujuan atau target akan menciptakan sebuah perbedaan jarak yang jelas dengan keberadaan diri kita sekarang. Selain memiliki sebuah rencana, kita harus memiliki tujuan. Yah, rencana ini nanti akhirnya akan membawa kita untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Tanpa tujuan, rencana yang kita buat hanyalah sebuah rencana kosong. Bayangkan saja kalau kita disuruh lari sama guru olahraga kita.

“Ayo, kamu lari!”
“Lari berapa menit pak? Sejauh mana?”
“Pokoknya lari!”

Nah lo, bingung kan?

#5. Get the RIGHT people on your TEAM

Untuk menjalankan sebuah rencana dan mencapai tujuan yang kita inginkan, tentunya untuk bergerak kita tidak bisa sendiri. Kita harus bekerja dalam tim. Mendapatkan formasi penyusun yang tepat tentunya akan membuat kerja tim kita menjadi optimal, terlebih lagi ketika semuanya saling bersinergi.

Namun, kembali lagi… If you want to have a GREAT TEAM… How GREAT are YOU? Kita tidak bisa memaksakan sebuah tim untuk bekerja dengan baik, jika kita sendiri tidak bisa menunjukkan contoh yang baik.

#6. Know your CUSTOMER

Kenalilah pelanggan, atau kenalilah siapa yang ingin mengenal kita. Hal ini berhubungan dengan segmentasi pasar, dimana kita harus mengetahui kepada siapakah kita akan menjual produk kita. Apakah kita akan menjual perlengkapan kosmetik dengan memasang iklan di tabloid handphone? Apakah kita akan menjual susu osteoporosis pada anak TK? Dengan mengetahui target pelanggan, kita akan mengetahui bagaimana cara kita melakukan promosi.

Hal lain yang perlu diketahui… It’s not about WHAT you know, but it’s about what THEY think… Mengetahui pelanggan, berarti mengetahui apa yang mereka inginkan. Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut orang lain.

#7. Leverage SOCIAL MEDIA

Dunia sudah maju. Teknologi sudah menjamur. Media sosial sudah mendarah daging. Fakta mengatakan bahwa Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Indonesia juga mencapai angka 40 juta tweets setiap harinya. Hal ini menunjukkan bahwa jejaring sosial merupakan sebuah kesempatan bagi kita untuk melakukan promosi secara murah, mudah, dan cepat. Perkembangan teknologi memberikan sebuah perubahan besar dalam bentuk persaingan usaha. Not the BIG eat the SMALL, but the FAST beating the SLOW. Siapa cepat, dia yang menang. Usaha yang cepat mencapai dan memenuhi kebutuhan pasarlah yang akan berhasil.

#8. LOVE your customer

Mengetahui pelanggan saja tidak cukup. Untuk yang pertama, kualitas produk mungkin memegang peranan penting. Namun, untuk selanjutnya, layananlah yang berperan untuk menjaga mereka tetap menggunakan produk kita. Cintai pelanggan. Ketahui apa yang mereka inginkan. Bantu mereka jika mereka mengalami kesusahan. Sering kali kita sudah merasa bahwa apa yang kita lakukan sudah baik. Dengan memberikan layanan berupa komunikasi dengan pelanggan, kita bisa mengetahui dengan sesungguhnya seperti apa yang mereka rasakan selama ini.

#9. You can’t satisfy everyone

Ada sebuah ungkapan… The key of FAIL is when you want to SATISFY everyone. Penting bagi kita untuk menentukan target pasar dan konsisten terhadapnya. Mbak Laila memberikan penjelasan seperti ini… “Ketika sebuah produk bisa digunakan oleh semua orang, segala umur, cowok ataupun cewek, segala golongan, dan lain sebagainya, maka produk tersebut menjadi produk komoditi a.k.a sembako. Contohnya, beras, gula, minyak, dll. Kalau sudah menjadi produk komoditi, maka tidak ada strategi lain yang bisa kita lakukan selain strategi harga. Yang murah, yang menang. Coba bayangkan efeknya…”

#10. Have a PURPOSE

Maknailah apa yang sedang dilakukan. Pastikan kalau yang sedang dilakukan ini membuat teman-teman nyaman dan senang. Kalau bisa dibilang, teman-teman mempunyai PASSION. Kalian melakukan sesuatu yang berarti bagi diri kalian, bukan sekadar melakukan sesuatu yang harus dilakukan.

* * * * *

Kesepuluh poin di atas merupakan poin-poin yang terdapat dalam presentasi Mbak Laila, tapi penjelasannya adalah penjelasan dari sepenangkapan saya. Mungkin tidak se-Wah! waktu beliau menjelaskan. Dan lagi, sepuluh strategi marketing ini menurut saya tidak hanya bisa diimplementasikan untuk pemasaran suatu bisnis saja. Kita bisa juga memanfaatkannya untuk “memasarkan” diri kita, cita-cita kita.

Iklan

12 thoughts on “Strategi Marketing Untuk Orang Bodoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s