SMA Negeri 3 Mojokerto dan Eksotika Khatulistiwa

Sungguh pengalaman yang berkesan pada tanggal 7-8 November kemarin. Mengapa? Seperti yang pernah saya jelaskan di sini, saya diberi amanah untuk menjadi juri lomba yang diadakan oleh SMA saya (SMA Negeri 3 Mojokerto) untuk menyambut Bulan Bahasa [benar begitu?]. Lomba yang diadakan oleh OSIS ini ditujukan untuk semua siswa kelas X dan XI, atau lebih tepatnya lomba ini adalah kompetisi antarkelas. Saya baru tahu kalau kelas XII tidak ikut, mungkin karena persiapan untuk UAN.

Kegiatan yang bertemakan “Eksotika Khatulistiwa” ini merupakan sebuah kegiatan besar antarkelas yang berisi berbagai macam lomba. Sudah bisa dipastikan kalau ramainya minta ampun. Bagaimana tidak? Setiap siswa pasti ingin menunjukkan yang terbaik, ingin kelasnya nomor satu, ingin eksis, dan ingin narsis. Wah, gila-gilaan deh!

Apa saja lombanya dan bagaimana pelaksanaannya? Berikut liputannya, mungkin juga bisa menjadi inspirasi teman-teman yang kebetulan main di blog ini dan lagi bingung mau ngadain lomba apa di sekolahnya.

Mading 3D

Mading 01
Mading 02
Mading 03
Mading 04

Ini adalah lomba utama pada kegiatan kali ini. Lomba mading 3D ini agaknya sudah menjadi tradisi di SMA saya ini sejak kepengurusan OSIS angkatan saya. Hohoho… nggak mau kalah, dong sama yang biasa diadakan sama Deteksi Jawa Pos di Surabaya. Dan saya akui, semakin lama kualitas mading dan kreativitas siswa-siswinya semakin meningkat. Kalau di tahun saya dulu, walaupun 3D tapi tetep aja masih belum bisa lari dari 2D.

Dengan tema lomba tersebut, rupanya tiap kelas memiliki berbagai ide dan konsep unik untuk madingnya. Ada yang mirip TMII, ada yang monumen-monumen di Indonesia, ada yang pedesaan, ada yang tempo dulu, ada yang berbentuk kapal, dan masih banyak lagi. Maklum, total peserta mading ada 12 kelas. Selain menonjolkan desain yang menarik, mereka juga dituntut untuk menghasilkan artikel yang baik. Mereka juga memasukkan unsur teknologi di madingnya, seperti lampu, motor, robot, air mancur, dan lain-lain. Walah, keluar uang banyak dong? Ternyata pembuatan mading ini juga dilihat sisi penganggarannya. So, untuk menghemat, tak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menggunakan barang-barang bekas.

Yel-Yel!

yel-yel 1
yel-yel 2
yel-yel 3
yel-yel 4

Kalau mau yang rame, inilah saatnya. Setiap kelas menunjukkan kebolehannya dalam beryel-yel. Teman-teman tahu kan apa itu yel-yel? Para peserta turun ke lapangan bersama-sama untuk mengeluarkan segenap kreativitasnya dalam membuat sorakan bersemangat. Mayoritas pakai lagu yang lagi hits. Ada Keong Racun dan Cinta Satu Malam, hahahaha… Ada juga puisi, gerakan membentuk sebuah form, tarian, musik, sedikit drama, gaya konyol, kepercayaan diri, keunikan kostum, dan banyak warna-warni lainnya. Tentu saja pada lomba ini kekompakan menjadi salah satu kriterianya.

Mendongeng…

Eits, meskipun ini bukan acara yang diadakan malam hari, ternyata tidak menutup kemungkinan diadakan lomba mendongeng. Dongeng-dongeng yang diangkat, entah kebetulan atau tidak, semuanya berasal dari Indonesia seperti Timun Mas, Batu Menangis, Kancil, Legenda Sungai Mahakam, hingga cerita pewayangan Pandhawa Lima. Mereka semua berusaha menjadi pencerita yang menarik perhatian penonton. Selain dengan gaya bercerita yang berkarakter, mereka juga bisa menggunakan properti seperti boneka dan gambar. Bahkan ada yang nekat menginterpretasikan dongeng ini sebagai wayang… atau lebih tepatnya dia jadi dalangnya.

Nah, untuk menarik perhatian penonton, salah satu faktor yang berpengaruh adalah kepercayaan diri. Iya lho, harus bisa berbicara di depan umum dengan lancar dan komunikatif. Saya salut dengan peserta yang menggunakan kejenakaannya untuk membuat penonton tertawa.

Melanjutkan Cerpen dan Menulis Puisi

Nah, dalam merayakan Bulan Bahasa, tentunya kurang lengkap tanpa lomba yang mengangkat sastra seperti cerpen dan puisi. Untuk cerpen, peserta diminta untuk melanjutkan potongan cerpen yang saya buat. Hahaha… saya jadi tersipu malu. Saat menyeleksi pun, saya tertegun, ternyata memang ide itu tidak ada batasnya. Peserta bisa saja menjadikan cerpen itu bermacam-macam. Ada beberapa peserta yang tampaknya sudah terbiasa menulis fiksi, lainnya ada yang masih kaku. Namun, siapapun orangnya, saya ingin sekali membantu mereka untuk tetap aktif menulis. Makanya, cerpen mereka saya kasih komentar [hehehe… penyakit lama… suka ngomentari orang lain]. Saya bangga kepada mereka dan tentu saja saya sangat senang jika ada yang menekuni dunia menulis ini.

Begitu juga dengan puisi, saya jadi ingat waktu SMA dulu saya niat sekali menulis puisi sampai menghabiskan buku-buku tulis. Namun, tidak banyak yang bisa saya sampaikan untuk puisi. Saya hanya bisa menyemangati mereka.

Saya dan juri lainnya (guru Bahasa Indonesia saya dulu)

Hmm, kapan ya saya bisa diskusi sama adik-adik saya ini? Nah, kalau misalnya teman-teman mau diskusi masalah cerpen sama saya, monggo, saya bersedia dan dengan senang hati…
Iklan

18 thoughts on “SMA Negeri 3 Mojokerto dan Eksotika Khatulistiwa

  1. kelas IS 2 yo apik,…. madingku yo apik…..
    yel-yelku yo apik koq kalah…..

    cenk penting…. IPS 1,2, dan 3 KITA SAUDARA……. hahahahaahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaahahahahahahahahahahahaha………….. oke

  2. wah2…..

    acaranya banyak…

    tapi seandainya sekali2 bkin acara lomba 3d antar SMA se-kota mojokerto mngkin tmbah seru ma lomba yel2nya…

    sekalian nitip LOMBA lawak…

    susah cari lomba LAWAK…

    monggo….

    matur suwun atas partisipasine…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s