Death Note: Serem yang Seru

Death Note

Death Note

Hiii…. ini memang anime lama. Tapi saya masih merasa serem sendiri kalau sampai buku bernama Death Note ini ada di dunia nyata. Bagaimana tidak? Orang yang namanya ditulis di buku itu akan mati. Serem banget nggak sih!

Awalnya saya kenal Death Note lewat teman saya yang sudah jadi MangaFreak, bawaannya cerita anime dan manga melulu. Sementara saat itu saya masih berkutat sama sadisnya Battle Royale, akhirnya saya nonton juga filmnya Death Note. Walaupun sepertinya lebih seru yang di manga, aduh… saya merasa iri dengan ide ceritanya.

Karakter kesukaan saya itu L. Nah, kalau ini saya suka karena lihat filmnya. Lucu banget orangnya. Diem-diem jenius gitu! Udah jalannya bongkok, ngomongnya suara rendah, pandangan mata tajam, wajah putih pucat, dan cara mengangkat telepon dan mengetik yang tidak lazim. Uh, luar biasa.

OK, kali ini saya cuma mau share buat teman-teman yang suka sama Death Note, tapi nggak tahu sama peraturannya. So, kalau sewaktu-waktu teman-teman nemu buku hitam macam gitu, bisa lebih hati-hati.

Peraturan Death Note [sumber: Wikipedia.org]

Lbullet.pngThe human whose name is written in this note will die – Peraturan umumnya. Siapa saja pasti tahu. Dan satu kata ‘human’ meyakinkan kita bahwa Death Note ini tidak tercipta untuk para hewan.

Lbullet.png The note will not take effect unless the writer has the persons face in their mind when writing his/her name. Therefore people sharing the same name will not be effected – Huff, untung saja. Berbahagialah kalian yang punya nama tidak pasaran karena kemungkinan terbunuh akan lebih sedikit. Bayangkan kalau waktu nulis, salah mikirin wajah orang. Bahaya tuh!

Lbullet.png If the cause of death is written within 40 seconds of writing the persons name it will happen – Bikin skenario kematian sendiri, kayaknya seru juga!

Lbullet.png If the cause of death is not specified the person will simply die of a heart attack – Hegh! Kenapa harus serangan jantung? Kenapa nggak mati karena bisul atau panu akut?

Lbullet.png After Writing the cause of death, details of the death should be written in the next six minutes and 40 seconds – Nah, bagian ini yang bikin saya agak nyengir. Sampai sedetil itukah waktunya? Siapa yang ngitungin?

Lbullet.png This note shall become property of the human world once it touches the ground of(arrives in) the human world – Cara mudah jadi pemilik Death Note. Cara mudah untuk mengawali pembunuhan. Hiiii…

Lbullet.png The owner of the note can recognize the image and voice of original owner, I.E. a god of death – Aduh, saya nggak mau deh kalau seserem itu tampangnya.

Lbullet.png The human who uses this note can neither go to Heaven or Hell – Alasan utama mengapa teman-teman jangan sampai pakai nih buku.

Lbullet.png If the time of death it written within 40 seconds of writing the cause of death as a heart attack the time of death can be manipulated and the time can go into effect within 40 seconds after writing the name – Lagi-lagi masalah waktu… Eh, kenapa selalu 40 detik ya?

Lbullet.png The human who touches the Death Note can recognize the image and voice of its original owner a god of death even if the human is not the owner of the note – Cara gampang buat nakut-nakutin anak kecil. Suruh dia nyentuh buku Death Notemu, dan dia bisa lihat malaikat kematian. Nangis dah!

Lbullet.png The person in possession of the Death Note is possessed by the god of death, its original owner, until they die – Hiii, serem juga.

Lbullet.png If a human uses the note, a god of death usually appears in front of him/her within 39 days after he/she uses the note – Ow, ada deadlinenya. Jika tidak muncul dalam 39 hari, uang kembali. Jgagagagagag!

Lbullet.png Gods of death the original owners of the Death Note do not do in principle anything which will help or prevent the deaths in the note – Oh, hanya melakukan tugas.

Lbullet.png A god of death has no obligation to completely explain how to use the note or the rules which will apply to the human who uses it – Kan ada manualnya. Jadi tergantung orangnya mau baca atau nggak.

Lbullet.png A god of death will extend his life by putting human names on the note but humans cannot – Alasan untuk mengakali manusia agar mau menggunakan buku ini.

Lbullet.png A person can shorten his or her own life by using the note – Seperti yang dilakukan L di Last Name.

Lbullet.png The human who becomes the owner of the Death Note can in exchange of half of his/her remaining life get the eyeballs of the god of death which will enable him/her to see a humans name and remaining lifetime when looking through them – Kekuatan super yang menakutkan. Seperti yang dilakukan Misa di Last Name.

Lbullet.png A god of death cannot be killed even if stabbed in his heart or shot in the head with a gun. However there are ways to kill a god of death which are generally not known to the gods of death – Ya, iyalah. Kuntilanak juga tahu…

Lbullet.png The conditions for death will be realized unless it is physically possible for that human or it is reasonably assumed to be carried out by that Human – Jadi, nggak bisa kalau nulis “si A mati karena ngelihat wajahnya sendiri yang cantik”. Kan nggak logis!

Lbullet.png The specific scope of the condition for death is not known to the gods of death either. So you must examine and find out. – Lha, nggak ikut campur dong artinya…

Teman-teman suka Death Note juga?

Sumber gambar: Death Note

Iklan

9 thoughts on “Death Note: Serem yang Seru

  1. Serial ini emang tetep gak ngebosenin meskipun udah lama ya. ๐Ÿ™‚
    Idenya yang orisinil dan art yang bagus, membuat serial ini jadi sedep diikuti. ๐Ÿ˜€ Saya suka banget komik gambaran Takeshi Obata-sensei yang lain, “Hikaru No Go”.

  2. Biar lama, tapi ini anime jadi salah satu favorit saya. Jarang ada anime secerdas ini yg bisa menggabungkan antara unsur supranatural dengan kriminal & hebatnya, analisa dalam film ini juga rata-rata memakai analisa logika sehingga nyaris ga kerasa bahwa anime ini juga menyisipkan unsur supranatural di dalamnya

    Plus, anime ini juga menjadi semacam refleksi moralitas sehingga bisa jadi bahan diskusi yg ga abis-abis. Contoh paling gampang ya bagaimana pola pikir Kira yg menganggap bahwa membunuh penjahat tanpa melalui jalur hukum itu adalah hal yg bisa dibenarkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s