Apa yang Mereka Rasakan dari Rokok?

Merokok

Merokok

Akhirnya saya menulis juga tentang ini, “ROKOK”. Sudah lama saya berpikir tentang hal ini dan kiranya baru kali ini saya ingat untuk menuliskannya di blog kesayangan saya yang tak ada duanya ini. Hahahaha. ๐Ÿ˜†

Ini bukan tentang pengalaman pertama merokok, karena saya tidak merokok dan tidak suka rokok. Ini bukan tentang tulisan tentang bahaya merokok, karena hal itu sudah terlalu banyak dan digembar-gemborkan. Ini bukan ajakan untuk berhenti merokok atau justru himbauan untuk pro-rokok.

Lalu?

Saya hanya merasa penasaran dengan apa yang orang rasakan dari rokok? Batin saya tetap bertanya seperti ini walaupun tak sedikit pun ingin mencobanya.

Kalau melihat orang yang merokok, saya melihat mereka melakukannya biar nggak ngantuk. Soalnya kebanyakan supir bus atau kendaraan umum lainnya merokok. Mereka merokok biar nggak ngantuk.

Kalau melihat orang yang merokok, saya melihat mereka asyik banget gitu. Diisep… disebul… diisep… disebul… Kalau lagi sendiri, biasanya kayak orang lagi merenung. Dirasaiiiin banget. Nah, apa sih yang suka mereka rasain waktu merokok?

Kalau saya pribadi, saya amat sangat tidak suka sama orang yang merokok. Saya cenderung menjauhinya. Saya tidak suka asap rokok. Kalau melihat orang merokok, saya bawaannya pengen ambil rokoknya, buang ditanah, trus diinjek-injek sampai mati.

Waktu kecil, di kereta, saya pernah marah-marah gara-gara bau asap rokok. “Sopo seh sing ngerokok iki?” Dan ternyata yang merokok itu orang yang duduk di sebelah saya PAS satu bangku. Orangnya langsung ngacir. (dasar anak kecil).

Dan hingga saat ini, saya masih penasaran dengan mereka yang memilih untuk merokok. Apa yang mereka sukai dari rokok? Apa yang mereka rasakan waktu merokok? Toh itu hanya asap, bukan makanan atau minuman yang lebih ada rasanya dan bobotnya.

Saya tidak bilang mereka tidak peduli pada kesehatan. Saya tidak bilang mereka tidak peduli sama orang-orang yang benci rokok di sekitarnya. Tapi saya benar-benar penasaran, apa yang mereka rasakan dari rokok? Mengapa begitu berat untuk ditinggalkan?

Nah, kalau teman-teman merokok, sudilah kiranya berbagi pengalaman di sini. Kalau selama ini banyak orang yang benci rokok langsung menutup diri dari segala pengaruh rokok, saya malah ingin tahu pendapat dari sisi si perokok sendiri. Silahkan!

Sumber gambar: Merokok

Iklan

17 thoughts on “Apa yang Mereka Rasakan dari Rokok?

  1. Sip banget Mas, jangan sekali-kali merokok! ๐Ÿ˜ก Gak ada enaknya!
    Saya ngomong gitu karena saya pernah merokok, dan gak hanya sebatang (dulu kala, jangan tanya kapan). ๐Ÿ‘ฟ Gak ada enaknya ngisep asap. Bayangin aja, pahit!!! ๐Ÿ˜ˆ
    Makin lama dipikir, sinting juga, ngapain asep diisep. Gile kali ye, cokelat masih enak, mending ngisep cokelat… *lho?*
    Apalagi, menurut saya jorok banget, kita sebagai perokok pasif, artnya kita menghisap asap bekas mulut dan tenggorokan orang lain. Ya kan? Hiiiiii…… ๐Ÿ˜ฆ

  2. Werrrrrrrrr… Paling ndak suka yg namanya rokok..
    terserah sih klo ada yg mau ngrokok, tp yo jangan dgn bangganya ngrokok di tempt umum trus asep nya dengan pede nya disembur-semburin..

    drpd mbakar uang ke rokok, mending deh dibeliin maem gitu…

  3. bang… gmn ane ,mau cerita klo abang sendiri tidak merokok dan sama sekali tdk suka sama asap rokok? sampe2 klo lihat orang punya rokok mau dibuang … wkwkwkkk… ibarat kopi aja deh… bg penikmat kopi, jk sewkt2 mrk tdk minum kopi atau blm kena sruputan kopi, sptnya ada sesuatu yg kurang..ada yg tdk sempurna dalam ritme tubuh,..bgt juga sama rokok,.. bg penikmat rokok, itu mrpkn teman dikeseharian, gk lkp klo gk pegang rokok, gk PeDe katanya,.. atau klo gk merokok seharian walau sebatang, ibarat “layang layang putus talinya?” wkwkwk…. klo ane crt ttg rasa,…ya..apalah…? asap yg dihirup? sm aja kan… bau rokok, aroma tembakau, sama aja sama rokok lain,.. “hanya” mrk2 para penikmat rokok bs bedakan ” ini rokok ku” dgn itu rokok lain (alias gk enak rasanya ..tambah bikin batuk).
    jd klo ditanya apa enak nya merokok, koq spt nya perokok itu sgt2 menikmati suasana dirinya sembari menghirup dan berkhayal? wkwkwkk… apapun itu, rokok dan penikmatnya..tdk bs dipisahkan, tdk ada yg bs mengatur utk memisahkan mrk ‘bak kt menjauhkan anak atau adik kita berpisah dgn pacarnya,… kecuali para perokok itu sdh berada di rumah sakit, disaat ketika menghirup udara terasa berat dan nafas satu pesatu, alias sesak nafas? nah…. tambah lagi.. hasil photo X-Ray..paru2 nya penuh lumut/flek…wadowww… disaat itu kita bs bertanya pd mereka yg terbaring…: gimana rasanya rokok? wkwkwkwkwkkkkkk….. maaf sekedar komen aja ya bang… sukses sll, ane pamit mau jalan ke blog erwinaziz’s dulu ya… wassalam

    • Puji Tuhan… Akhirnya ada yang comment panjang ๐Ÿ˜€ Terlebih lagi ini yang saya harapkan, dari sisi perokoknya.

      Ya, ini kan memang pendapat saya saja Pak. Saya yang nggak merokok, seperti itulah perasaan saya terhadap rokok. Dan oleh karena itu, berulang kali saya sampaikan di posting kalau saya juga penasaran kenapa ada orang yang suka sama rokok. Makanya judul posting ini “Apa yang Mereka Rasakan dari Rokok?”. Dengan begini, kita kan jadi tahu pendapat dari dua sisi. So tenggang rasa semoga bisa tercapai.

      Kesimpulan: ini masalah selera.
      Soalnya saya juga tahu positifnya rokok (walau bukan di kesehatan), yaitu di sektor ekonomi negara.

      Terima kasih banyak Pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s