Posisi Duduk yang Tepat

Duduk dan Ngantuk

Duduk dan Ngantuk

Yuhuuuu! Saya kembali lagi. Saya kembali dengan kondisi awal yang penuh dengan aktivitas khas mahasiswa yang tak lain dan tak bukan adalah kuliah. Kembali seperti janji saya dulu, saya akan berusaha untuk menyempatkan waktu membuat tulisan untuk teman-teman semua. Semoga hal ini menjadi kebiasaan yang baik.

Ok! Saya ingin sedikit berbagi dengan teman-teman tentang pengalaman saya kuliah hari ini. Bukan tentang materi kuliahnya. Bukan tentang dosennya. Dan bukan tentang mahasiswa baru yang wajahnya belum saya kenal. Tapi tentang sesuatu yang saya lakukan agar tidak mengantuk waktu kuliah, menyambung tulisan saya yang lalu.

Mungkin apa yang saya lakukan ini tidak hanya dipraktikan di kuliah. Teman-teman juga bisa mencobanya waktu kerja atau sedang dalam keadaan mengikuti seminar, tapi ngantuk banget. Nah, kali ini berhubungan dengan posisi duduk.

Saya tidak bersumber dari mana-mana lho ya. Ini hanya pendapat saya pribadi. Kalau memang ada yang salah, mohon dikoreksi.

Posisi duduk adalah sesuatu yang memberikan pengaruh pada kondisi tubuh seseorang, terutama dalam hal kenyamanan. Pernah bertanya-tanya mengapa ada kursi yang punya sandaran dan ada yang tidak? Mengapa ada yang terbuat dari kayu keras, pun juga ada yang berbusa empuk? Mengapa ada yang punya sandaran tangan dan ada yang tidak? Semua itu dibuat semata-mata untuk alasan kenyamanan orang yang menduduki kursinya.

Sering saya mendengar orang berpendapat kalau orang merasa rileks, maka orang itu akan bisa berpikir lebih jernih. Kursi punya sandaran di punggung dan tangan agar orang merasa rileks alias tidak tegang. Kursi dari busa empuk agar orang lebih nyaman dan santai. Tapi apakah itu juga berarti kursi empuk dan punya sandaran membuat orang berpikir jernih?

Bisa ya, bisa tidak. Namun lebih berdasarkan pada pengalaman saya, jawabannya adalah tidak. Mengapa?

Saya tidak berbicara yang muluk-muluk. Cukup kursi dengan sandaran. OK kalau memang membuat nyaman. Namun seiring datangnya nyaman, datanglah kantuk. Saat kantuk datang, apakah bisa berpikir jernih?

Hihihi, ini sebenarnya subjektif banget. Tapi kiranya jika ada yang bernasib sama seperti saya dan teman-teman kuliah saya, posisi duduk akan menjadi solusi kalau teman-teman mulai merasa ngantuk saat duduk.

Posisi duduk yang saya maksudkan adalah duduk di ujung kursi. Lebih lengkapnya, inilah yang saya lakukan. Kalau mata mulai berat, saya langsung mengarahkan pantat ke ujung kursi, bukan bagian tengahnya. Sisakan paling tidak setengah atau sepertiga dari pantat yang tetap menyentuh dataran kursi. Hal ini akan membuat teman-teman tampak duduk lebih maju. Supaya tidak capek, saya letakkan kedua tangan di atas paha dengan posisi siku menghadap keluar. Lalu usahakan kepala berada dalam posisi lurus atau lebih tinggi. Hindari merunduk. Pasang wajah serius mendengarkan. Dan sama seperti tips saya dulu, berikan sugesti kalau teman-teman sangat senang dengan pelajaran dan dosen ini.

Berikut analisisnya (sekali lagi, pendapat pribadi):

Mengijinkan setengah atau sepertiga bagian pantat saja di dataran kursi. Hal ini memberikan efek kalau kita akan selalu terjaga. Kok bisa? (1) Karena kita memposisikan diri ‘dalam keadaan tidak nyaman’, atau bahasa kerennya ‘dalam keadaan bahaya’. Kalau ngantuk, bisa merosot terus jatuh deh! Efeknya diketawain teman sekelas dan jadi terkenal. (2) Alasan lainnya adalah karena dengan duduk seperti itu, maka kita akan bertumpu pada kedua kaki kita. Kita tidak membiarkan tubuh kita jatuh begitu saja dan bertumpu pada pantat. Hal ini membuat kita sadar dan tidak ngantuk lagi.

Mengenai kelihatannya teman-teman duduk lebih maju daripada yang lain, hal ini bagus sekali menurut saya. (1) Karena dengan posisi lebih di depan (walaupun tidak duduk di deret paling depan), secara psikologis kita merasa lebih terbuka dan siap menerima apa saja yang datang (dalam hal ini materi kuliah). Dan lagi, kita lebih percaya diri. Untuk hasil yang lebih maksimal, saya bisa membuat tubuh lebih condong ke depan beberapa derajat. (2) Efek lainnya adalah kita tidak akan merasa ingin bersandar di kursi. Lha duduknya aja maju. Kalau bersandar, jadi kelihatan kayak orang mau tidur. Selain itu posisi duduk seperti itu menjadikan bersandar adalah sesuatu yang tidak nyaman.

Meletakkan kedua tangan di atas paha dengan posisi siku menghadap keluar. (1) Hal ini menjadikan tubuh bagian atas kita bertumpu pada tangan, sehingga tidak jatuh. Tidak masalah teman-teman mau sampai berapa lama di posisi seperti ini. (2) Mengapa harus menghadap keluar? Menghadap keluar maksudnya tulang sikunya (yang lancip) yang menghadap keluar. Terserah mau dibengkokkan atau tidak, tapi posisi seperti ini akan menjadikan pundak lebih naik atau tubuh bagian dada lebih terbuka. Nah, kembali seperti tadi, kita merasa siap untuk menerima. (3) Selain itu, bagi para cowok, duduk dengan posisi tangan seperti ini jadi terlihat lebih gagah.

Kepala dalam posisi lurus atau lebih tinggi. Kalau takut kelihatan sombong karena dagu terangkat, saya rekomendasikan wajah mengarah lurus ke depan. Hal ini akan menjadikan teman-teman tersadar dan menghindari kantuk yang datang. Kepala posisi seperti ini juga bermaksud melawan beratnya kelopak mata yang tadinya ingin merem.

Pasang wajah serius mendengarkan. Ya… biar kelihatan smart ajah. Mata menatap tajam. Alis turun ke tengah. Dahi berkerut, kayak orang lagi mikir. Tapi jangan terlalu lebay. Ntar dikira lagi sakit perut :lol:. Namun dengan kondisi wajah yang seperti ini akan membantu teman-teman untuk memberikan sugesti kepada diri teman-teman sendiri. Dengan posisi siap menerima materi seperti ini, teman-teman akan lebih menerima keadaandan percaya diri kalau bisa menjadi lebih baik.

Yups, itu saja tulisan dari saya untuk saat ini. Semoga semakin bersemangat dalam beraktivitas.

Bagaimana? Setuju dengan pendapat saya?

Sumber gambar: Duduk dan Ngantuk

Iklan

4 thoughts on “Posisi Duduk yang Tepat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s