Kuliah Lagi, Ngantuk Lagi

Ngantuk ya Tidur

Ngantuk ya Tidur

Saat ini saya sedang duduk di depan komputer kesayangan saya, mengetik, sambil mendengarkan lagunya Bondan & Fade2Black full 3 album. Saya baru saja bangun tidur. Tadi saya langsung rebahan setelah bersepeda dari kampus ke kontrakan, merasakan udara siang khas Surabaya yang “amat sangat panas sekali banget”. Eh kebablasan! Kalau diingat-ingat, saya sudah lama sekali tidak tidur senyenyak ini, tapi sering sekali dulu. Mmm… *mengingat-ingat*… oh iya waktu kuliah saya sering merasakan hal ini. Dan sekarang kuliah dimulai lagi, saya merasakannya lagi.

Beberapa saat yang lalu saya tidak tahu harus menulis apa dan setelah mengetikkan kalimat-kalimat terakhir di paragraf pertama itu, click! Saya tersengat dengan hal itu dan akan menuliskannya saat ini juga. Tadi judul saya tinggalkan kosong. Dan akhirnya setelah tahu apa yang akan saya tulis, saya beri judul tulisan ini Kuliah Lagi, Ngantuk Lagi. Ya ya ya, benar kata orang:

Kalau kamu tidak tahu apa yang akan kau tuliskan, tuliskanlah.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sebenarnya ini bukan sesuatu yang patut untuk ditiru, tapi saya memang tidak bisa mengelak darinya. Judul di atas memang tepat, khususnya untuk beberapa orang seperti saya. Mungkin teman-teman bisa membantu saya untuk bisa keluar dari lingkaran setan yang tidak produktif ini.

Saya adalah tipe orang yang tidak bisa menahan kantuk, tapi bukan orang yang kalau ngantuk langsung tidur. Dan hal tersebut adalah hal yang sangat pas jika dihubung-hubungkan dengan kuliah.

Nah, inilah yang saya tidak mengerti. Mengapa kuliah itu bisa membuat orang mengantuk? Saya baru tidak mengantuk jika kuliah itu memang menarik dan saya punya pegangan dengan apa yang dijelaskan oleh dosen. Berhubung ini hari pertama, jadi saya tidak punya pegangan materi. Dan saya harus berusaha keras memfokuskan pikiran sekaligus memberikan sugesti pada diri saya sendiri bahwa mata kuliah ini sangat menarik. Untuk apa? Tentunya agar saya tidak mengantuk.

Katakanlah usaha saya hari ini berhasil, namun usaha tadi membutuhkan energi yang besar. Teman-teman tahu apa yang terjadi? Saat saya keluar kelas, mata saya langsung berair sebagai efek menguap kecil. Ya ampun, saya baru sadar kalau saya kangen dengan rasa lelah ini! Rasa lelah yang muncul setelah menuntut ilmu. Maka saya pun memutuskan untuk pulang setelah mengcopy file kontrak kuliah dan presentasi yang tadi ditampilkan oleh dosen saya. Karena saya bertekad semester ini saya harus bisa mengubah pola belajar saya, jadi saya harus dapat file untuk dipelajari lagi di kontrakan.

OK, kembali lagi ke pertanyaan awal, mengapa kuliah bisa membuat orang mengantuk? Dulu, saya pernah mengeluarkan celetukan seperti ini kepada teman-teman saya…

Kalau kamu punya insomnia (penyakit susah tidur), datanglah kuliah!

Tidak ada yang menyanggah kata-kata saya. Mengapa? Karena saat itu saya menjumpai fenomena yang aneh. Banyak di antara mahasiswa yang merasa sangat mengantuk saat kuliah berlangsung, namun begitu kuliah diakhiri dan mereka keluar dari kelas, serta merta rasa kantuk itu hilang. Kok bisa ya? Apakah di dalam kelas itu ada hantu kantuk yang suka mondar-mandir di kepala orang – masuk telinga kiri, keluar telinga kanan?

Dan sekarang saya berpikir, kalau memang saya prihatin dengan hal ini, harusnya saya bisa keluar dari lingkaran setan ini. Ya, rasa mengantuk yang tergolong hal negatif dalam konteks ini memang dari kesalahan mahasiswa sendiri. Tapi sebagai salah seorang di antaranya (saya juga mahasiswa lho, bukan anak SMP), tentunya saya juga menampik hal tersebut dan menyatakan bahwa dosen juga bertanggung jawab dalam hal ini.

OK! OK! Kita tidak mencari siapa yang salah. Tapi fenomena ini memang harus disikapi dari dua sudut pandang, mahasiswa sebagai yang diajar dan dosen sabagai yang mengajar. Berikut adalah opini pribadi saya.

Yang mahasiswa lakukan agar tidak mengantuk di kelas

Tak ada hal lain yang mempengaruhi semangat mahasiswa selain pemikiran mahasiswa itu sendiri. Oleh karena itu, bagi saya sugesti pada diri sendiri itu sangat penting. Tidak sepatutnya kita kalah sebelum bertanding. Saya selalu meyakinkan diri saya kalau kuliah ini sangat menarik. Terlebih lagi di awal kuliah seperti ini, efek yang diberikan oleh sugesti diri ini akan sangat besar.

OK, contohnya untuk kuliah saya hari ini:

Pikiran saya: eh, kuliah sekarang apa namanya? Sistem Fungsional Bisnis 2, ya? Denger-denger materinya masalah duit-duit gitu… Kamu suka kan kalo ngomongin duit? Dan akhirnya kamu ketemu lagi sama pelajaran pas SMP dulu… apa namanya? Akuntansi… Kamu kalo bikin pembukuan gitu rapi kan? Iya lah… Iya dong… Gak ragu lagi deh kalo udah masuk ke tabel-tabel gitu kamu maunya gelantungan terus di situ… Pokoknya nanti langsung minta kontrak kuliahnya ya… sekalian sama materi-materinya biar bisa belajar di rumah… Eh, kamu bawa buku tulis ya sekarang? Sudah disampul rapi tuh… sayang kalo gak dipakai… catet tuh kalo bapak dosennya jelasin yang ga ada di slide… Kamu kan tahu kalo bapaknya tuh baik banget… masak tega nguap di kelas nanti? Nggak lah! Ayo semangat! Semangat! Dapat A! Dapat A!

Yang jelas di dalam sugesti diri itu, saya berusaha meyakinkan diri saya kalau kuliah ini akan amat sangat luar biasa menyenangkan banget sekaliiiiii…… bagi saya hal itu saja sudah cukup.

Selain itu, ada juga yang harus menemukan dulu alasan mengapa harus mempelajari mata kuliah ini. Sebenarnya hal ini harus dipikirkan jauh hari sebelum jadi mahasiswa di salah satu jurusan, tapi tidak masalah kalau baru dipikirkan sekarang. Dengan mengetahui alasan untuk kuliah, maka akan ada semangat yang mendorongnya itu terus mengikuti kuliah sampai akhir.

Alasan itu bisa macam-macam, mulai dari yang berhubungan sampai yang tidak berhubungan dengan mata kuliah yang bersangkutan. Apapun itu, pasti memberikan dampak yang signifikan.

Misalnya, saya mempelajari mata kuliah ini karena berhubungan dengan cita-cita saya, saya bisa mengimplementasikannya di bisnis keluarga, saya mau buka usaha sendiri sehingga perlu materi ini… atau yang nggak nyambung sama kuliah misalnya, soalnya dosennya baik so ga tega kalau harus ditinggal, soalnya ada gebetan di kelas yang sayang kalau dilewatin, pak dosen ini kalo ngasih nilai gampang asal sering masuk….

Nah nah nah, walaupun berdasarkan alasan yang nggak bener untuk ikut kuliah, toh di dalam kelas juga dapat sesuatu walau porsinya sangat jauh dari yang serius kuliah karena perlu.

Oh iya ada lagi. Supaya tidak mengantuk, menjadi aktif di kelas itu perlu.  Kita bisa bertanya atau menjawab pertanyaan, masuk ke dalam diskusi, mengerjakan soal di depan kelas, atau sekadar bantu dosen menyiapkan presentasi.

Mengapa? Satu, dapat nilai afektif (keaktivan). Dua, kita jadi tahu yang semula kita nggak tahu. Tiga, kita akan terpacu untuk mengerahkan seluruh tubuh kita. Jika masuk diskusi atau menjawab pertanyaan, gerakan terutama di daerah sekitar wajah, seperti berbicara atau membuat mimik muka. Gerakan di wajah ini bisa membuat mata kita lebih melek. Dan efeknya akan lebih bagus lagi kalau kita menggunakan gerak tubuh, baik itu tangan atau kepala. Empat, kita akan terpacu untuk berpikir. Dengan aktif di kelas maka pikiran kita nggak akan kemana-mana. Dan karena kita berpikir, maka adrenalin akan memacu tubuh kita untuk tetap terjaga, apalagi kalau kita sudah tenggelam di dalam diskusi yang dahsyat.

Sesuatu yang saya sadari di sini adalah sesuatu yang dinamis akan lebih baik daripada yang statis. Mahasiswa yang diam akan cenderung menyia-nyiakan energinya. Berikut gambaran mahasiswa yang ogah-ogahan. Ibaratnya bahan bakar, energi itu akan terus berjalan (tahu kan, konsep ini? meskipun kita tidur, kita juga butuh energi). Nah, sisa-sisa pembakaran itu akan menggumpal di pikiran membuat kita kesulitan memahami pelajaran. Menggumpal di telinga membuat kita tidak menangkap penjelasan dosen. Dan lebih parah lagi, menggumpal di mata yang menjadikannya mengantuk. Teman-teman juga bisa melihat gumpalan itu… yang biasanya ada di sudut mata :mrgreen:

Yang dosen lakukan agar mahasiswa tidak mengantuk

KOMUNIKATIF – tidak harus berada di depan, dosen bisa di sisi manapun di kelas (kan ini memang kuasanya dosen). Yang diajak bicara itu seluruh kelas, bukan mahasiswa yang duduk di depan atau buku pegangan dosen saja. Mahasiswa perlu merasa diperhatikan waktu di kelas, sehingga pikiran mereka nggak kemana-mana.

MENARIK – Dosen kalau bisa menciptakan suasana yang ringan bagi mahasiswa. Ketawa bersama, nggak jaim. Dosen harus bisa menjadi seseorang yang menarik perhatian mahasiswanya, tapi bukan yang lebay lho yah… yang dibutuhkan itu dosen yang membuat kagum mahasiswanya. Tujuannya apa? Biar mahasiswa merasa kalau kelas itu adalah tempat yang menyenangkan yang amat sayang kalau dibuat tidur.

KREATIF – pakai cara yang nggak biasa dilakukan di kuliah mayoritas. Saya sudah merasakan hal ini di kuliah saya semester lalu (bagus sih, tapi pasti ada komentar yang pro-kontra). Misalnya senam ringan kalau kuliah pagi-pagi, menentukan anggota tim pakai games, saat situasi mulai ge-je (gak jelas) mainkan ice breaking, sampaikan materi secara visual atau praktik (bukan sekadar ngomong atau slide presentasi).

JADI TEMAN MAHASISWA – Nah, kalau ini pecahan dari MENARIK tadi. Kalau dosen bisa membaur dengan mahasiswa, akrab dengan mereka, pasti lebih asyik. Kenapa? Karena belajar bareng teman itu lebih gampang dan ga ada lagi yang namanya sungkan-sungkanan buat tanya.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Well, ini hanya opini pribadi saya. Kalau ada yang nggak setuju, bisa didiskusikan. Jangan sungkan buat kasih komentar. Yang pedes aja juga ga papa. Biar nggak jadi penyakit di dalam tubuh n ujung-ujungnya bikin kepala berat dan pengen tidur…. zzzzz

Sumber gambar: Ngantuk ya Tidur

Iklan

10 thoughts on “Kuliah Lagi, Ngantuk Lagi

  1. Aku yo ngantukan iki mas… apalagi kan waktu puasa gini wajib bangun malem, tp aku tuh paling susah tidur lagi, jd mesti ngantuke terakumulasi pas kuliah siang.. kadang aku juga heran aku ga pernah tidur siang tp klo di kelas pasti sempat merem..

    • ya kalo gitu jangan menyerah sama “nggak ngantuk” itu. Walaupun nggak ngantuk, harus dipaksain untuk tidur. Aku dhewe yo rebahan trus matiin lampu kalo ga bisa tidur. Pejamkan mata, nggak usah mikir yang aneh-aneh… atau kalau perlu mandi dulu sebelum tidur trus minum susu, minum air putih… oh iya ada lagi, pakai selimut, kaki dipakein kaos kaki…

  2. 2 hal yang paling sering saya lakukan di dalam kelas: tidur dan nglamun (wkwkwkwk.. bangga…??)
    tapi catatan saya selalu penuh loh… (dengan berbagai jenis coret moret bernilai seni tinggi… … bangga lagi… ???)

    kalo menurut saya, cara paling ampuh melawan rasa kantuk adalaaaaaaaaaaahhhh….

    TIDUR!!!

  3. Nah, kata orang, kalo kita ngantuk pas kuliah, itu artinya kita gak ada rasa tertarik dengan mata kuliah itu. Bener kan? 😆
    Jadi, kalo mau gak ngantuk, ya dari dalam diri kita harus ada rasa suka dengan mata kuliah dan dosennya. Kalo suka mata kuliah tapi ga suka dosennya, ya percuma juga. :mrgreen:

    Tapi, udah pernah nyoba belum sih, sebelum kuliah minum kopi dulu. Kopi yang beneran lho, kopi hitam, bukan kopi-kopian. Saya jamin seger deh. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s