Admin Juga Manusia

Sistem pun error

Sistem pun error

Kejadian hari ini mengingatkan saya bahwa betapa tak ada yang sempurna di dunia ini. Dan manusia adalah salah satunya. Kalau manusia saja tidak sempurna, apalagi hasil buatan manusia… sudah jelas tidak sempurna. Namun rupanya banyak manusia yang lupa akan hal ini. Mengapa? Karena mereka diliputi dengan emosi dan keinginan untuk mendapatkan yang terbaik.

Ini ceritanya di kampus saya. Hari ini tepatnya adalah hari pertama dimana mahasiswa dapat memilih mata kuliah. FRS atau Formulir Rencana Studi yang diisi secara online adalah jadwal rutin yang selalu ada setiap semester. Semakin bertambah tahun, sistem pengisian rencana studi ini semakin canggih. Jika dulu sekali diisi secara manual (saya belum merasakan) dengan menulis, kemudian ada FRS Online (versi lama: khusus akademik dan harus di dalam lingkungan kampus), sekarang FRS Online versi baru dengan tampilan yang lebih bagus dan terintegrasi dengan sistem lainnya selain akademik, serta bisa diakses dari mana saja.

Sekilas hal ini tampak bagus. Namun seperti yang saya ungkapkan di awal tadi. Tak ada sesuatu yang sempurna. Sistem ini bisa dibilang masih baru. Jadi bisa dibayangkan dong kalau kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak disangka dan tidak diinginkan itu akan lebih besar.

OK, apa yang terjadi?

Kronologisnya seperti ini. Mahasiswa sebagian besar hanya mendapatkan informasi bahwa FRS bisa diakses tanggal 23 Agustus 2010. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, ada yang begadang/sambil menunggu sahur nongkrong di depan monitor. Namun ada juga yang tahu kalau FRS baru dibuka jam 7 pagi.

Hujan. Whats?! Mengapa harus hujan di saat seperti ini? Seperti yang teman-teman ketahui, tidak semua mahasiswa bisa dengan leluasa mengakses internet, kecuali mereka yang punya modem atau langganan internet di rumah. Alternatif, mereka pun ke warnet atau laboratorium komputer kampus. Adanya hujan akan menghambat mobilitas mereka menuju tempat akses internet. Hal ini  berpengaruh besar pada emosi mereka.

Akhirnya bagi mereka yang sudah stand by di depan komputer, FRS berjalan lancar. Tapi ternyata tidak semuanya telah dipersiapkan dengan baik. Di semua jurusan, masih ada beberapa mata kuliah yang belum terjadwal, sehingga belum bisa dipilih. Emosi memuncak ditambah kebingungan. Alhasil, mereka yang login tidak segera logout, sementara yang login semakin bertambah. Bertambah.. bertambah.. bertambah… dan sistem pun berteriak, “Tolong! Serangan mahasiswa membabi buta! Alert! Alert! Terlalu banyak yang oL. Overload! Terlalu penuh! Panas! Panas!” Pesan ini pun muncul: 502 Bad Gateway. Dan tak lama kemudian Sistem sedang dalam maintenance, tunggu hingga pukul 16.00.

Saat itu seluruh udara pun dipenuhi dengan kecaman, sumpah serapah, hinaan, dan makian dari seluruh mahasiswa kampus saya yang tersebar di seluruh Indonesia (karena ada yang Kerja Praktek di luar pulau Jawa). Sebenarnya saya juga ingin melakukan hal yang sama, tapi kalau saya pikir lagi. Aduh, jadi admin nggak gampang! Apalagi buat yang tingkat institut kayak gini. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di luar sana. Kita tidak pernah tahu apa yang sudah dilakukan dan apa yang sedang dilakukan admin FRS ini.

Jangan-jangan dia sudah seharian begadang mempersiapkan FRS itu, trus ketiduran, bangun-bangun dia dapat telepon, “Admin, sistemnya trouble nih!”. Dia terlonjak dari tidurnya (yang sebenarnya lebih tepat disebut pingsan karena kemarin begitu masuk rumah langsung tergeletak di lantai). Dan begitu keluar rumah, ternyata ban motornya kempes. Hari juga lagi hujan. Apa yang harus dia lakukan?

Akhirnya dengan semangat mengabdi, dia pun bertekad lari saja dari kontrakannya ke kampus. Cari payung, sepertinya… sedang dipakai semua sama pemilik kontrakan yang lain. Nekad, dia pun menembus dingin dan ganasnya hujan khas Surabaya.

Menggigil dan bersin-bersin. Tubuhnya basah kuyup. Tapi pikirannya saat ini sedang dipenuhi dengan “Memangnya apa yang terjadi sama sistemnya FRS? Kok bisa sampai begitu? Gimana cara ngatasinnya?”. Tunggang langgang dia lari ke server (dan sepertinya lupa dengan peraturan di dalam ruang server). Dalam keadaan masih basah kuyup, air netes-netes, dia pegang komputer. Alamat deh, akibat setetes air kacau sistem seinstitut. DUAR! Komputer meledak!

Admin terdiam.

Pikirku… apa seperti itu? Semoga saja tidak. Namun dari peristiwa ini saya belajar dan menyadari, bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dan kalau kita menyadari ketidaksempurnaan itu, maka seharusnya kita memiliki keterbukaan untuk mengakuinya juga ada pada diri orang lain. Kalau kita bisa memaafkan diri kita yang berbuat salah, mengapa kita tidak bisa memberikan maaf kepada orang lain juga? Toh mereka juga sama-sama manusia seperti kita.

Apakah teman-teman juga setuju akan hal ini?

Sumber gambar: Sistem pun error

Iklan

8 thoughts on “Admin Juga Manusia

  1. wah.. masak sampe mledak seh?? hahah, berlebihan ente..
    *tapi analisis sudutpandang orangketiga berdasarkan asastidakbersalahsempurna-mu bagus, sip dah..*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s