Saya Membaca Cetakan ke-11 dari Novel “5 cm”

Pada tanggal 12 Desember 2010 kemarin, saya baru saja selesai membaca novel berjudul “5 cm” karya Donny Dhirgantoro. Buku itu adalah buku teman saya, dan saya pun belum yakin apakah itu bukunya sendiri atau pinjam dari temannya. Dan buku itu adalah buku cetakan kesebelas. Alangkah terkejutnya saya ketika menemukan website dari novel ini, ternyata sudah mencapai cetakan yang kelimabelas. Kapan-kapan saya akan miliki sendiri buku ini, meskipun saya sudah membacanya.

Novel 5 cm

Novel 5 cm

Sekilas buku ini tampak misterius. Ya, sederhana dan berwarna hitam. Saya sendiri langsung ingat buku Death Note, sebuah buku kematian. Namun di antara keduanya tentu terpaut begitu banyak perbedaan. Jika Death Note adalah buku yang fiksi, 5 cm adalah buku yang nyata dan jelas Anda bisa memilikinya. Jika Death Note membuat orang lari, 5 cm malah membuat orang datang. Jika Death Note membawa kematian, buku 5 cm ini lebih membawa kehidupan (kembali) ke dalam diri Anda.

Saya sudah sejak lama tahu akan keberadaan buku ini. Teman-teman saya sudah banyak yang membacanya. Saya hanya tidak berusaha untuk mencari tahu isi dari buku ini karena saya bukanlah pemiliknya. Ya, itulah saya (yang tidak pernah membaca buku sampai selesai kalau buku itu bukan milik sendiri). Namun kiranya baru kali ini saya dijodohkan untuk membaca buku ini hingga selesai. Dan mungkin saya memang ditakdirkan untuk membaca buku ini pada tanggal 12 Agustus kemarin.

Kondisi Fisik Buku

Dan inilah pengalaman membaca saya. Sebagai seorang pembaca buku yang baik, seperti biasa saya tidak mulai langsung dari ceritanya. Saya kuliti dulu dari luar. Untuk covernya yang menurut saya misterius tadi, ternyata memang ada sesuatu yang tidak biasa di sana. Saya kira cover ini sekadar berwarna hitam. Ternyata tidak. Jika Anda lebih teliti, ada tulisan di sana. Coba saja dibaca!

Kemudian memasuki bagian dalam, buku yang memiliki halaman lebih dari 380 halaman ini memang sama seperti buku-buku yang pernah terbit sebelumnya. Tidak ada gambar penjelas memang di dalam ceritanya, namun di setiap awal bab terdapat sebuah gambar kecil yang saya secara pribadi tidak bosan untuk mengamatinya. Gambar yang menggambarkan isi ceritanya, meskipun saya perlu waktu untuk mencernanya. Yah, Anda akan langsung ingat buku Harry Potter untuk hal ini.

Adapun urutan isi dari buku ini adalah Halaman Judul, sedikit quote, Daftar Isi yang disertai gambar kecil di masing-masing bab, Ucapan Terima kasih dari penulis, novelnya sendiri yang terdiri dari prolog dan sepuluh bab, Biografi Singkat penulis, dan sebuah refleksi atas cover ini. Dan Anda juga akan melihat sinopsis novel ini di cover belakang. Isinya seperti ini:

Lima sahabat telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Kegemaran mereka adalah mengeksekusi hal-hal yang tidak mungkin dan mencoba segala hal, mulai dari kafe paling terkenal di Jakarta, sampai nonton layar tancap. Semuanya penggemar film, dari film Hollywood sampai film yang nggak kelas-kecuali film India karena mereka punya prinsip bahwa semua persoalan di dunia atau masalah pasti ada jalan keluarnya, tapi bukan dalam bentuk joget.

Suatu saat, karena terdorong oleh rasa bosan di antara satu dan yang lain, mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Selama tiga bulan berpisah itulah telah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya.

Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

“Ada yang pernah bilang kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda….”

Isi Novel

Seperti yang sudah sedikit disinggung pada sinopsisnya, novel ini menceritakan tentang lima orang yang bersahabat. Mereka berlima antara lain Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Adapun saya tidak akan menceritakan satu persatu karakter tersebut di sini karena Anda akan menemukannya sendiri pada bagian prolog dan keseluruhan cerita.

Karakter, Latar, dan Alur

Benar. Mengenai pengkarakteran ini penulis benar-benar bisa membuat karakter yang matang. Sangat jelas dan gamblang perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Di dalam novel ini, saya bisa mengenal tiap tokoh dari penjelasan secara tersurat maupun tersirat yang diberikan oleh penulis. Penulis berhasil menunjukkan apa yang harus ditunjukkan dan menyembunyikan apa yang harus disembunyikan untuk dikeluarkan pada saat yang tepat.

Saya sendiri membaca novel ini dengan mencurahkan semua emosi yang saya miliki. Saya bisa menangis saat moment di dalam novel itu mengundang tangis dan saya tertawa sejadi-jadinya saat penulis memasang guyonan yang parah dan garing khas anak muda di dalam novel ini. Saya sendiri kaget, penulis bisa membuat perasaan pembaca menjadi berubah-ubah seperti ini. Kalau boleh kasih sedikit bocoran, (aduh boleh ga ya?) … (nggak ah. nggak jadi. ntar dibilang spoiler bagi yang belum baca). Namun yang jelas dalam membaca novel ini saya benar-benar merasa lelah karena petualangan yang ada di dalamnya. Entah ini karena saya sendiri yang terlalu mendramatisir bacaan atau penulisnya yang memang hebat dalam menggambarkan ceritanya.

Dari segi latar dan alur, novel ini sangat realistis dan tidak dibuat-buat. Perbedaan kondisi perkotaan, pedesaan, dan pegunungan dijelaskan dengan rapi dan (sepertinya) berasal dari pengalaman sendiri. Makanya realistis dan nyata.

Kesan dan lain-lain

Satu hal yang sangat menonjol dari novel “5 cm” ini, Anda akan menemukan quotes dan lagu dimana-mana. Konyol memang ada lima orang yang diceritakan di sini. Mereka dewasa tapi tidak jaim. Jujur satu sama lain dan benar-benar loyal. Saya pribadi sangsi ada persahabatan yang semacam itu. Alangkah indahnya jika saya benar-benar mengalaminya. Dan hingga saat ini saya juga belum pernah melihat sekumpulan orang yang bersahabat yang obrolannya berisi quotes-quotes berat. Walaupun sambil cekikikan dan garing di sana-sini, mereka berlima ini obrolannya berat dan dalem banget.

Adapun karena menceritakan kehidupan remaja yang hidup di Jakarta, bahasa percakapan yang digunakan oleh penulis pun apa adanya yang terjadi sekarang. Gue, nggak, doang, ucapan yang tidak jelas karena sambil makan, logat kejawaan, semuanya ada di sini. Selebihnya, kata-kata yang bagus sekali menurut saya.

Memang ada hal berbau misteri di sini, tapi porsinya sedikit sekali karena novel ini memang bukan novel misteri. Satu-satunya misteri di sini adalah apa yang terjadi nanti, apa yang terjadi kemudian, kita diajari akan berbagai macam ketidakpastian di kehidupan ini. Ya, misteri itu adalah kehidupan. Itulah yang akan Anda pelajari dari novel ini.

Apakah ada kisah cinta? Ya tentu ada. Dan perjalanan cinta yang dipilih oleh penulis untuk disiratkan di dalam novel ini adalah cinta yang unik namun siapa saja pasti merasakannya.

Terakhir, quote favorit saya yang ada di dalam novel ini:

Gue terus bilang kalau gue nggak bisa nyerah. – Ian –

Pemilihan kata yang cerdas dari penulis. ‘Nggak mau nyerah’ berarti ada kemungkinan untuk menyerah. Sementara ‘Nggak bisa nyerah’ merupakan pilihan terakhir yang tidak bisa diganggu gugat.

Setelah saya baca novel ini saya juga ingin mencoba yang mereka utarakan di bagian akhir, mengenai 5 cm itu. Ya, 5 cm itu sepertinya hebat sekali dan indah bagi saya.

Bagaimana menurut teman-teman dengan buku ini?

Sumber gambar: Novel 5 cm

Iklan

17 thoughts on “Saya Membaca Cetakan ke-11 dari Novel “5 cm”

  1. heemmmm.. panjaaang bener dirimu mengulas novel ini lambert… sebuah usaha yang baguus… hehe.. ternyata tak hany aq yg dapet inspirasi baru setelah membaca 5 cm… meskipun pada awalnya membosankaan.. (ketika ceritanya berkutat pada persahabatan 5 orang anak manusia..) tp ketika berlanjut ke acara pendakian mahameru itu.. Woooowwww… aq serasa ikud merasakannya…sang penulis cerdas menggambarkan setiap detail latar dan kejadian selama pendakian itu… mugkin aq terlalu berlebihan.. tapi memang novel ini berhasil membuat q untuk tertarik dengan pendakian… hemm hemmm..
    *gantungkan mimpimu tepat 5 cm didepan matamu…tepat…kejar terus.. jangan sampai dilepaskan,, dan tanpa kau sadari suatu hari nanti mimpi itu telah berwujud nyata.. 🙂

    • Setuju sekali Dee… (tadinya kirain Dewi Lestari)
      Saya sendiri… nggak tahu ya… pas baca waktu pendakian itu kok bisa capek sendiri ya? Bener bgt. Rasanya seperti ikut pendakian ke sana. Jadi kepengen juga.

      Percaya atau nggak, masih banyak lagi orang yang mendapat inspirasi dari novel ini di luar sana….

      Btw terima kasih sudah berkunjung dan salam kenal. Thanks juga sudah comment. Reviewku banyak karena aku emang jujur menikmatinya.

  2. wah… baca juga ya mas?
    aku, lufti, dan kawan-kawan yang lain baca ini waktu mau SPMB. kita jadi terinspirasi buat manjat semeru juga pas agustusan. Tapi sampai hari ini belum terwujud juga. hehe…
    Lufti pengen banget disebut Genta setelah baca itu ==a
    Buku ini jadi buku favorit aku sama temen-temenku. Dan sampai hari ini, aku terus pake 5cm nya^^

  3. waa, 5 cm, salah satu novel indonesia yang paling keren, so inspiring.
    buku yang membuat saya menangis berkali-kali dan bermimpi untuk mencapai puncak mahameru yang sampai sekarang belum kesampean 😦

    nice review tus 🙂

  4. Ping-balik: Mahameru, kapan aku mencapai puncakmu ? « tiTuch!o's weBlog

  5. Ane pingin baca nih, Tuz, tapi maren pas di Gramedia Expo harganya 60rb, huhuhu.. lumaian juga.. klo kamu berkenan pinjamkanlah pada saya.. ya ya ya.. hehe..

  6. kehidupan memang benar adalah misteri yang sangat baik…
    kita akan berjuang sampai tubuh ini mati, tapi hati tak kan pernah padam bahkan mati
    DONNY telah menceritakan indahnya sebuah jalan impian cita-cita dan harapan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s