Berbagi Pengalaman tentang Semangat Blogging

Semangat Blogging

Semangat Blogging

Salam sejahtera.

Nama saya adalah Lambertus Wahyu Hermawan. Saat ini saya memasuki semester 7 di salah satu Institut Teknologi di Surabaya. Itu artinya saya hanya mempunyai waktu kurang dari satu tahun untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah ini. Apakah saya akan melanjutkan pendidikan S2? Ataukah saya akan jadi pengajar (guru atau dosen)? Ataukah saya berentrepreneurship ria? Ataukah saya menjadi seorang penulis kenamaan? Kita lihat saja nanti.

Nah, berhubung saya di sini masih berstatus mahasiswa dan saya sedang ada waktu senggang, maka tidak ada salahnya jika saya menggunakan waktu ini untuk berbagi pengalaman mengenai hobi saya, yaitu nge-blog.

Mahasiswa Baru

Saya adalah anak yang cu-pu dalam teknologi, tapi juga nggak terlalu ketinggalan sih. Saya baru mengenal internet saat menemani kakak saya melihat pengumuman SPMB-nya dulu. Barulah setelah itu saya merasa mata saya terbuka, ketagihan, dan melewati masa-masa dimana saya menghabiskan uang saku untuk nge-net. Saya sudah melewati masa dimana saya merasa kecanduan internet. Saya juga sudah melewati masa dimana jejaring sosial bernama Friendster mengambil alih kehidupan saya.

Dan akhirnya setelah memasuki bangku kuliah, saya memasuki masa dimana internet adalah suatu kebiasaan dan keseharian. Bukan sesuatu yang luar biasa dan wah! Saya sudah merasakan betapa berjam-jam di depan monitor itu melelahkan. Saya juga sudah merasakan menginap di laboratorium komputer. Dan dari laboratorium inilah hobi saya berawal, BLOGGING.

Asisten praktikum, yang saat itu adalah senior (mahasiswa lama), di kelas saya memang kreatif. Dia memasang pengumuman dan penjelasan praktikum di blognya. Dan saya rasa memiliki blog adalah sesuatu yang luar biasa. Memiliki blog adalah memiliki website sendiri. Meskipun menggunakan layanan gratisan, namun semua yang gratis belum tentu murahan. Akhirnya saya juga tertarik untuk membuat blog.

Hal ini tak hanya memancing saya rupanya, sebagian besar teman-teman saya juga membuat blog. Dan masa-masa itulah aktivitas blogging mahasiswa baru di jurusan saya meningkat. Kami menuliskan banyak hal mulai dari yang penting hingga yang garing, saling bertukar link, saling mengunjungi dan memberikan komentar. Saat itu adalah saat-saat dimana aktivitas menulis menjadi sesuatu yang keren dan menyenangkan.

Namun semakin lama jumlah blogger aktif di jurusan saya semakin berkurang. Sebagian besar mutung di tengah jalan karena terlalu disibukkan dengan tugas kuliah. Selain itu, mereka juga mulai tenggelam di jejaring sosial Facebook yang ragam aktivitasnya lebih banyak. Jadi lengkaplah sudah. Banyak blog yang mangkrak di dunia maya sana. Hal tersebut juga berlaku untuk saya. Saya adalah salah satu di antara mereka.

ALAMAT BLOG

Namun saya bukanlah seorang yang serta merta menghilang dan lupa dengan akun blog saya. Saya masih sering tengok sebentar dashboard blog saya. Hanya saja kurang bersemangat, karena sudah sangat jarang ada yang mau mengirimkan komentarnya pada apa yang saya tuliskan.

Akhirnya saya berpikir, apa yang harus saya lakukan agar blog saya menarik perhatian teman-teman saya?

Tanpa saya sadari, dari waktu ke waktu, saya sudah memiliki banyak sekali alamat blog tanpa menekuni salah satunya hingga menjadi suatu blog yang matang. Mengapa? Begini kronologisnya.

Saya sedang dalam keadaan tidak bersemangat dalam menulis, sehingga banyak sekali tulisan saya yang putus di tengah jalan. Sekali saya mendapatkan semangat untuk nge-blog kembali, satu hal yang muncul di pikiran saya adalah memberikan ciri ke blog tersebut. Namun setelah saya publish satu dua posting, saya kembali mandeg. Lalu saya buat alamat baru lagi. Hal inilah yang terus terjadi sepanjang waktu hingga saya memasuki semester 6.

MENGUMPULKAN POSTING

Bisa dibayangkan betapa semakin lama saya merasa semakin terbebani dengan banyaknya blog yang mangkrak. Isinya hanya satu atau dua posting dan tanpa komentar sama sekali. Saya seperti seorang kaya yang memiliki banyak rumah, tapi semuanya tidak terawat. Uh, betapa memalukannya!

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih salah satu alamat dan akan menghapus semua alamat yang pernah saya buat. Namun saya tidak ingin semua posting yang telah saya buat menjadi sia-sia. Saya pun mengumpulkan semua tulisan itu ke dalam blog pilihan saya. Awalnya saya pakai cara konvensional, yaitu copy-paste secara membabi buta dan menimbulkan efek samping kelelahan yang luar biasa. Akhirnya saya baru sadar kalau ada fasilitas ekspor-impor. Akhir kata, semua tulisan sudah terkumpul di blog ini dalam sekejap.

Satu hal yang ajaib setelah saya mengumpulkan semua tulisan itu, saya merasa optimis bahwa saya akan benar-benar merawat blog ini. Mengapa? Karena saya merasa sudah sangat banyak tulisan yang saya buat. Hal ini terlihat dari list yang muncul di Archives. Apakah saya tega membuat tulisan saya yang sudah banyak ini sia-sia?

Saya sadar bahwa yang membuat kita bersemangat untuk blogging bukanlah lingkungan kita. Kita blogging bukan karena ingin mencari popularitas. Namun buat saja kalau kita blogging karena ingin memberikan manfaat kepada orang lain, ingin berbagi pengetahuan, ingin membantu orang lain, ingin menjalin persahabatan dengan teman-teman yang terhubung di seluruh dunia. Kita blogging karena ingin mengaktualisasi diri. Hanya dari situlah kita bisa memunculkan semangat blogging yang luar biasa sehingga kita nggak akan kapok buat nulis, meskipun teman-teman kita sudah sibuk dengan teman chatnya. Say, yang membaca blog tidak hanya teman kuliah kita, tidak hanya di negara kita, namun bisa jadi oleh siapa saja di seluruh dunia.

Sekali waktu ikutkan blog Anda dalam lomba. Siapa tahu dengan semua tulisan yang pernah Anda torehkan, Anda mendapatkan sesuatu yang menyenangkan.

Yups, inilah pengalaman saya yang ingin saya bagikan kepada Anda sekalian. Dan alangkah senangnya saya jika Anda menanggapi tulisan saya ini.

Apakah Anda juga memiliki pengalaman seperti saya? Atau justru lebih hebat? Saya siap mendengarkan dan berdiskusi. Terima kasih.

Sumber gambar: Semangat Blogging

Iklan

9 thoughts on “Berbagi Pengalaman tentang Semangat Blogging

  1. Yap, saya menulis juga karena satu alasan: saya ingin menulis,
    sekarang saya ingin menulis di blog, dengan alasan yang sama: saya ingin menulis di blog,

    hahah,
    *sedang belajar berpikir sederhana*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s