Tragedi Tunjungan Plaza Surabaya (5) – Keluar

Tiba-tiba lampu mati. Mereka semua menjerit bersamaan karena keterkejutan yang tak diduga-duga. Pintu keluar yang sesungguhnya sudah di depan mata. Waktu sudah semakin sempit. Mereka berdua kembali memasuki lautan manusia yang semakin dekat dengan keselamatan. Satria semakin erat menggenggam erat tangan Lola, tak peduli betapa menyebalkannya berada terhimpit dalam keadaan gelap seperti ini. Yang ada di pikirannya hanyalah jalan keluar.

Entah mengapa pintu keluar ini terasa begitu sempit. Terlalu banyak orang yang berjubel di depan pintu keluar itu sehingga pengunjung lainnya yang belum benar-benar keluar menjadi cukup kesulitan. Namun, begitu Satria mendapati tubuhnya keluar dari bangunan, pintu keluar itu langsung tertutup dengan cepat. Siapa sangka kalau pintu itu sangat tajam, hingga mereka yang terjepit pintu itu langsung terbelah menjadi dua. Satria menahan nafas tatkala bercak darah menyiram dirinya. Dia sangat tegang. Pelipisnya berdenyut.

“Kita selamat, Non! Kita selamat!” kata Satria sambil tertawa penuh syukur. Hari ini benar-benar hari yang gila. Tak pernah terbayangkan dalam dirinya jatuh dalam situasi menegangkan seperti ini.

Tatkala Satria menelusuri genggaman tangannya yang begitu erat, hatinya langsung mencelos. Lola sudah tak ada bersamanya. Yang ada hanya tangan… ya, tangan yang tergenggam erat. Jantung Satria langsung terhenti. Rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya dan membuatnya lemas. Dengan mudahnya Satria terhajar jatuh dan terinjak-injak oleh pengunjung yang belum selesai dalam kepanikan. Masih ada hal lainnya lagi yang harus diperhitungkan, parkiran motor. Namun Satria yakin, dia tak akan memikirkan hal itu lagi. Dia sudah kalah.

* * * * *

“Minggir! Minggir!” teriak Gagas saat mendapati tubuh sahabatnya tergeletak lebam karena terinjak-injak. Gagas sudah lebih dulu keluar dari mall dan nyaris tertabrak oleh pengemudi gila tadi. Dia pun menunggu Satria dan Lola di dekat pintu kaluar itu.

Namun secepat ia menemukan wajah Satria berhasil muncul di pintu keluar, secepat itu pula ia mendapati sahabatnya roboh dan hilang nyawa di depan matanya.

“Minggir!” Gagas tampak seperti orang gila yang menghalau siapa saja yang mendekat. hatinya begitu teriris mendapati kebahagiaan mereka berempat hilang begitu saja dalam beberapa menit malam ini. Merasa tak memiliki semangat hidup lagi, Gagas tak lagi bersemangat keluar dari area parkir ini.

Di kejauhan, tampak tak ada petugas yang menjaga pintu keluar. Sepeda motor mengerang-ngerang begitu saja keluar dari area parkir. Dan tak lama kemudian, pintu pagar area parkir itu menutup dan menjalar semakin tinggi. Lengkap sudah! Tak ada jalan keluar sekarang.

Beberapa detik kemudian, seluruh area di sekitar mall menjadi berbau aneh. Seperti ada gas yang keluar dari tanah. Semua yang ada di sana, yang masih tersisa, yang masih terjebak, mereka pun hilang kesadaran.

* * * * *

Pagi berikutnya. Tunjungan Plaza Surabaya buka seperti biasa. Semua lantai terlihat begitu bersih, seperti ada yang sengaja membersihkannya. Dinding, eskalator, pagar pembatas, rolling door, semuanya berada dalam keadaan rapi dan bersih. Beberapa toko masih tutup, beberapa sudah buka dengan pegawai yang lain lagi. Mall hari ini tampak cukup sepi. Tapi tunggu saja, tak lama lagi akan ramai kembali. Terlebih lagi ketika mall akan ditutup, semua akan ramai kembali.

Bagaimana menurut teman-teman tentang potongan adegan ini?
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s