Tragedi Tunjungan Plaza Surabaya (4) – Jalan Keluar

Jalan Keluar

Jalan Keluar

Satria menggenggam erat tangan Lola menuju lift, jalan keluar. Gadis yang selalu dipanggilnya Non itu akhirnya tak tahan menahan tangis. Setelah bersusah payah mencapai sederet pintu lift, akhirnya mereka mendapati suatu kenyataan yang sulit diterima. Sudah terlalu banyak orang yang berharap bisa memasuki lift. Perang mulut dan aksi tarik-dorong sudah tak terelakkan lagi di situ. Setiap terdengar ada pintu yang terbuka, manusia-manusia itu langsung berteriak-teriak liar. Mereka mengharapkan kebebasan secepatnya.

“Argh!” tak lama pun kejadian itu terjadi. Seorang bapak paruh baya terjepit kakinya di lift, membuat lift itu macet. Mereka yang murka langsung menyerang bapak itu hingga mampus.

“Patahkan saja kakinya!” sebuah celetukan yang disambut setuju oleh banyak orang itu membuat Satria dan Lola semakin ngeri. Mereka tidak jadi mendekati area lift itu.

Entah apa yang terjadi berikutnya pada bapak itu, Satria dan Lola meninggalkannya dan langsung menuju area parkir mobil. Tak peduli ada di lantai berapa mereka sekarang, yang penting bisa keluar.

“Kamu kuat lari kan, Non?” tanya Satria ketika mereka baru saja memasuki area parkir. Lola yang tengah menangis hanya bisa mengangguk. Dia merasakan tangan Satria yang begitu kuat memegang kedua pundaknya, memberikan tambahan kekuatan. “Kalau begitu ayo kita segera pergi dari sini!” ucap Satria lagi sambil menarik tangan Lola.

“Satria!” Lola menghentak tangan Satria. Mereka berdua terdiam. “Jangan tinggalkan aku ya!” ucap Lola lirih. Satria tersenyum. Dia pun memeluk Lola sambil mengusapi rambutnya yang harum. Sementara manusia-manusia yang lain masih berlarian, Satria dan Lola menikmati momen penuh kenangan ini.

Akhirnya mereka berdua pun mengikuti langkah pengunjung mall lainnya, atau lebih tepatnya korban mall lainnya. Parkir mobil yang jalannya menurun ini terasa begitu lenggang untuk berlari jika dibandingkan dengan di dalam mall tadi.

CIIIIITTT!

Terdengar suara mobil yang tengah melakukan drift dari parkiran lantai atas. Selanjutnya teriakan-teriakan kesakitan manusia dan bunyi debam terdengar silih berganti ditelan deru mobil yang tak mengenal kasihan itu. Rupanya ada pengunjung yang berkehendak keluar mall ini bersama dengan mobilnya.

“Gila! Kenapa dia tidak lari saja seperti yang lain? Manusia tamak!” maki Satria sambil membawa Lola semakin cepat berlari. Bersama dengan mereka yang ada di lantai itu, Satria dan Lola menghindari pengemudi mobil yang tak kenal ampun. Saat Satria menolehkan pandangannya ke belakang, mobil itu tampak dipenuhi darah korban tabrak larinya. Bahkan tampak tubuh seorang anak kecil yang sudah tak bernyawa, terseret mobil karena tangannya yang terjepit di bemper bagian depan mobil.

Satria menelan ludah. Apakah akhir hidup mereka harus tergilas oleh pengemudi gila macam ini?

Tiba-tiba ia merasakan suatu tarikan yang membawanya ke pojok parkiran. Satria nyaris terjatuh. Tapi ia selamat. Mobil itu melewatinya dan menabrak orang-orang lainnya yang tengah berlari menyelamatkan diri.

“Kalau kita tak bisa lebih cepat darinya, biarkan ia lewat,” kata Lola sambil menggenggam erat tangan Satria. Lola yang sudah menyelamatkan nyawa Satria.

Bagaimana menurut teman-teman tentang potongan adegan ini?

Sumber gambar: Jalan Keluar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s