Tragedi Tunjungan Plaza Surabaya (1) – Alarm

Alarm: Saatnya lari

Alarm: Saatnya lari

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.20. Gagas, Satria, Vina, dan Lola, dua pasangan yang saling bersahabat masih menikmati malam-malam bebas mereka dari kesibukan kuliah. Semua jenis ujian sudah dilalui semester ini. Dan untuk merayakannya, mereka benar-benar menghabiskan waktu seharian dengan jalan-jalan dan cuci mata di Tunjungan Plaza Surabaya, salah satu mall teramai di kota Pahlawan ini.

Sejak tadi keempat mahasiswa ini sudah menghabiskan waktu dengan berbagai macam kegiatan khas pengunjung mall. Nonton film di 21 sampai dua kali, lihat-lihat baju di Matahari, menguras uang jajan di food court, melihat barang-barang unik lainnya, sampai berdiri di pinggir lantai menonton atraksi band di lantai dasar. Semua itu sudah mereka lakukan sejak pagi tadi, sejak menjadi pengunjung pertama yang memakirkan motor di parkiran.

“Bagaimana sudah puas?” tanya Gagas pada teman-temannya.

“Besok kita nonton lagi ya, Gas! Masih ada film lainnya yang harus ditonton besok,” sahut Vina cepat, sambil menggaet lengan pasangannya.

“Yups, duit hari ini sudah habis. Besok kita kesini lagi, ya! Aku mau beli kamera baru. Aku naksir sama yang warnanya orange tadi,” ujar Satria.

“Kenapa nggak ambil di ATM aja sekarang? Beli kameranya sekarang, trus kita pulang,” kata Lola sambil memandangi sekelilingnya. Tangan Lola menggenggam erat tangan Satria.

“Jatah hari ini, ya untuk hari ini, Non! Harus disiplin dalam menghabiskan uang. Hahahaha…” jawab Satria sambil tertawa lebar. Dan seperti biasa, Gagas langsung membekap mulut sahabatnya itu agar tidak terbuka terlalu lebar.

Keempat muda-mudi itu pun mulai memutuskan untuk pulang. Mereka yang saat ini sedang berada di lantai paling atas pun beranjak turun. Dan untuk menikmati pemandangan, mereka memilih untuk menggunakan eskalator yang berada di tengah gedung.

“Mm, kamu kenapa, Non?” Satria akhirnya angkat suara setelah sekian lama risih dengan tingkah Lola yang kelihatan cemas. Satria merasakan tangan Lola menjadi begitu dingin.

“Iya. Dari tadi kamu seperti kepingin segera pulang,” tambah Gagas. Di sebelahnya Vina menganggung-angguk setuju.

“Aku…” Lola ragu. “Kita harus segera pulang. Aku merasa ada sesuatu yang tidak biasa malam ini.” Tak henti-hentinya Lola bergidik, seolah-oleh dinding-dinding mall sedang melemparinya dengan tatapan menyeramkan.

TET –  TET – TET!

Tiba-tiba alarm menyala nyaring mengejutkan semua pengunjung yang tengah berlalu lalang di dalam mall. Mereka semua langsung menghentikan langkahnya dan tenggelam dalam ketegangan lampu mall yang berkedap-kedip tak wajar. Beberapa karyawan bilik toko yang sedang mulai beres-beres pun menghentikan gerakannya.

“Waktu menunjukkan pukul 21.45,” sebuah suara wanita terdengar melalui speaker yang terpasang di seluruh penjuru mall.

“Wah, sangar! Pakai pemberitahuan beginian sekarang,” Gagas berdecak kagum. Pada saat yang sama, Lola semakin merapatkan tubuhnya pada Satria.

“Mall akan ditutup dalam waktu 10 menit. Seluruh pengunjung dan pegawai toko harap segera mengosongkan lokasi,” ucap suara itu lagi.

Baru saja mereka menyadari bahwa itu adalah pemberitahuan terakhir, satu persatu secara berurutan rolling door-rolling door toko tertutup secara otomatis. Bunyi berdebam yang memekakkan telinga merambat ke seluruh penjuru mall tatkala pintu-pintu itu menghantam lantai. BRANG! BRANG! BRANG!

Seketika itu juga semua manusia di dalam mall itu panik. Para pegawai toko yang belum selesai merapikan tokonya langsung bergerak cepat. Atau lebih baik lagi, tinggalkan barang-barang itu! Lebih baik pergi daripada terkunci di dalam toko yang kedap udara.

Bagaimana menurut teman-teman tentang potongan adegan ini?

Sumber gambar: Alarm: Saatnya lari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s