RAPUH: Tak Ubahnya Aku Sebuah Bola Kaca

Rapuh

Rapuh

Ingin hati menjadi bola bekel, namun ternyata tak ubahnya saya hanyalah sebuah bola kaca. Ingin hati bisa selalu melakukan banyak hal dengan lancar, namun ternyata ada saja kendala yang membuat rutinitas itu menjadi tidak nyaman dan bisa dilakukan dengan bebas.

Ini masalah rutinitas dan kesehatan. Ya, saya menggunakan sebuah analogi bola bekel dan bola kaca untuk masalah yang satu ini. Teman-teman tentu tahu ciri khas dari kedua bola ini.

Bola bekel, atau yang biasa digunakan untuk memainkan permainan bekel, merupakan sebuah bola kecil yang terbuat dari karet. Cukup keras dan tebal dan bisa memantul dengan kecepatan yang konstan (tergantung dari pemain bekelnya). Nyaris tak ada bedanya dengan bola golf, kecuali beratnya dan kerasnya. Namun intinya adalah… bola ini begitu aktif dalam memantul.

Berkebalikan dengan bola kaca. Bola kaca yang saya maksud di sini adalah bola kaca yang biasa menjadi hiasan pohon natal. Atau untuk alternatif lain, bola lampu. Bukannya bola kaca seperti yang biasa dimainkan oleh para peramal, bola semacam ini justru sangat keras dan tidak gampang pecah. Bola kaca yang saya maksud adalah bola yang tak ada keunikan lain selain menghiasi pohon natal/memberikan cahaya namun begitu mudah pecah ketika terjatuh. Teman-teman tahu rasanya ketika menginjak pecahan bola kaca ini? Tentu saja sakit minta ampun 😀

Akhir-akhir ini… dengan rutinitas yang semakin meningkat, baik di kehidupan akademis dan organisasi, saya merasakan adanya suatu perubahan yang terjadi terhadap kondisi tubuh saya. Ya… jika pada posting sebelumnya saya menceritakan tentang perubahan secara mental, kali ini perubahan secara fisik. Saya merasakan bahwa akhir-akhir ini gampang sekali kelelahan. Terutama di bagian kepala, atau dengan kata lain… pusing.

Saya pun akhirnya sempat takut juga kalau mendadak pusing saat dalam perjalanan. Pernah suatu ketika saya pulang ke kontrakan dengan naik sepeda. Eh, tiba-tiba minggir sendiri… nyaris nyerempet trotoar. Ada apa ya?

Sakit juga muncul saat saya melewati polisi tidur. Lho apa hubungannya? Sensasi goncangan yang disebabkan oleh polisi tidur membuat saya merasakan ada sesuatu yang cukup membuat tidak nyaman di kepala bagian belakang. Sesekali saya mencoba menggeleng-gelengkan kepala dengan cepat… dan hasilnya sama. Tepatnya di belakang sebelah kiri.

Rasa sakit semakin menjadi ketika saya juga sedang dalam masa bersin tahunannya. Seperti yang perlu teman-teman ketahui, hingga saat ini saya masih belum bisa memecahkan masalah bersin/flu yang terus menyerang tanpa pandang waktu. Hal ini dirasakan mulai SMA kelas 2 dulu. Hingga sekarang pun saya masih sering bersin. Bahkan saya hingga melakukan persediaan akan obat flu yang dirasa manjur mengatasi hal ini. Untuk beberapa saat bersin boleh berhenti setelah minum obat, tapi tunggu saja tanggal mainnya… dia akan kembali (si bersin).

Keseringan bersin… sepertinya juga membawa dampak yang buruk pada kesehatan saya. Beberapa saat yang tidak bisa diperkirakan, saya merasa tidak nyaman kalau bernafas. Terlebih lagi kalau menarik nafas dalam-dalam. Rasa yang sama juga muncul saat harus menelan ludah. Namun bagaimana pun juga hal ini masih jarang.

Aduh, kalau dilihat-lihat postingan ini isinya kok orang sakit melulu ya? Saya hanya mengingatkan kepada teman-teman sekalian untuk selalu menjaga kesehatan. Sesibuk apapun kegiatan teman-teman, kesehatan masih perlu untuk diperhatikan. Dan sepertinya saya pun harus mulai pandai membagi waktu dalam melakukan kegiatannya.

Jika dulu saya selalu menganggap bahwa masih mungkin menjadi bola bekel, rasanya menjadi bola kaca juga menjadi tantangan tersendiri untuk saat ini. Atau menjadi bola bekel dari kaca? Ada-ada saja…

Apakah teman-teman juga pernah merasakan yang saya alami ini?

Sumber gambar: Rapuh

Iklan

4 thoughts on “RAPUH: Tak Ubahnya Aku Sebuah Bola Kaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s