REUNI: Dari Mancing Sampai Gendong Bayi

“Hai, teman-teman!”

Senyum sambil jalan pelan-pelan, terus mengulurkan tangan mau salaman, terus mengucapkan “Minal Aidzin Wal Faidzin. Lama ga ketemu!!!” Yah, itulah ekspresi umum yang terjadi pada tanggal 26 September 2009 kemarin, dua hari sebelum masuk kuliah lagi. Ada apa memangnya? Ini ada acara reuni kecil-kecilan teman kelas 2G-3D SMP 1 Mojokerto. Tapi dikarenakan pemberitahuan yang termasuk dadakan, jadinya hanya ada kurang dari 15 yang bisa kumpul dari total anggota kelas sekitar 40-an. Tapi walaupun begitu… ngobrol ngalor ngidul bareng teman yang lama ga ketemu, memang lain rasanya. SERU!

Pemancingan: Ikan Bakar Pak Gufron, Mojokerto

Makan-makan di Ikan Bakar Pak Gufron, Mojokerto

Berawal dari Facebook, aku tahu kalau ada yang menyinggung-nyinggung masalah reuni ini. Dan satu minggu sebelum tanggal tersebut di atas, aku yg sedang ada di Jember pun menerima SMS. OK deh! Nanti sepulang mudik aku siapkan satu hari untuk bertemu dengan kawan-kawanku ini. Tujuan reuni kemana? Yang jelas makan-makan di luar. Waduh, pasti BDD nih alias bayar dhewe-dhewe (baca: bayar sendiri). Dan lagi, aku nggak punya kendaraan. Siapa yang mau bantu boncengin yah? Sudahlah, lihat saja nanti.

TEMAN-TEMANKU

Misbach: sahabatku satu ini adalah informan atau fasilitator acara ini. Dia yang menyebarkan kabar ke semua alumni kelas 2G dan 3D. Dari dialah aku dapat infomasi ini. “Misbach, kamu berangkat sama siapa? Aku nggak ada kendaraan,” aku mengirim pesan singkat. Syukurlah, Misbach selalu siap membantu meskipun dia sendiri sudah ada yang “dibawa”. Misbach pun memberikan salah satu nomor temanku yang lain yang mungkin bisa membantuku. Inilah dia temanku yang selalu siap membantu. Dia juga kuliah di Surabaya, sama sepertiku. Hanya saja dia Unair dan aku ITS. Kita sama-sama sering ketemu kok. Oh ya, dulu dia ketua kelas kami waktu SMP. Makanya sering jadi tumbal (hahahaha….)

Dian: cowok satu ini adalah sahabat SMP yang rumahnya nggak terlalu jauh dari rumahku. Dia adalah yang menjadi rekomendasi Misbach untuk membantuku. “Dian, berangkat sama siapa? Boleh bareng?” Dan benar saja, Dian sangat bisa membawaku serta dengan kendaraannya. Biasanya sih (dulu) dia memboncengku pakai sepeda motor kalau ada acara di luar. Ternyata kali ini dia bawa mobil karena sepeda motornya sedang dipake ayahnya keluar sejak pagi. Sekarang Dian kuliah di Universitas Jember – Teknik Elektro. Diantara semua cowok yang kumpul di reuni ini, seperti biasa Dian yang paling tenang. Nggak seperti teman-temannya yang “liar” ini (wkwkwkwk….)

Rosa: yang punya rumah, pemberhentian pertama acara reuni ini. Kumpul di rumah Oca, begitu isi pesan dari Misbach. Aku dan Dian pun meluncur ke sana. Selama ini yang aku ketahui tentang karakter Rosa sih, dia tenang tapi menghanyutkan. Walau ngomongnya santai, tapi nggak bisa dipungkiri kalau kadang lucu. Makin dewasa deh pas ketemu kemarin. Dan dengan segala kerendahan hati, aku minta maaf ya Ca kalau jajan di rumahmu kemarin berkurang sangat banyak. Sekarang Rosa kuliah di Jurusan Psikologi (kalo ga salah), tapi aku nggak tau dimana. Dimana Ca?

Sella: nih yang nggak boleh ketinggalan. Seperti biasa Sella kutemui lagi dengan penuh keceriaan. Yang nggak bisa dilupain sih dia yang paling jago urusan pelajaran waktu SMP dulu. Kayaknya sampai sekarang pun tetap begitu (bener ga?). Sella nih sahabatan sama Rosa dan cewek-cewek lainnya di reuni ini. Sekarang dia kuliah di ITB tepatnya Jurusan Teknik Industri. Sella terang-terangan kalau liburan sengaja dibuat untuk melupakan kuliah. Hahaha…. bisa aja!

Yuniar: Yuyun yang rumahnya dekat Sella, sahabatnya juga. Kayaknya nggak berubah, tetep seperti dulu. Sekarang dia kuliah di Unesa jurusan… apa yah? Pokoknya yang di kampus Lidah Wetan. Pas reuni ini rasanya Yuyun terlepas dari serangan sindrom Che yang dulu mesti disinggung teman-teman. Ya kan? Khas banget ngomong C-nya. Peace, Yun!

Lisa: Wehehe… aku baru tahu kalau sekarang Lisa pake jilbab. Tambah ciamik. Lisa juga nggak banyak berubah. Tapi kayaknya sih sekarang dia lebih kalem (iya tah?). Tapi tetap ga lepas dari serangan guyonan Misbach dan kawan-kawan. Sabar ya Bu! Sekarang Lisa kuliah di…. maaf Lis, kemarin aku nggak tanya. Jadinya nggak tahu.

Aghesti: temenku. kuliah di ITS juga jurusan Fisika MIPA. Cewek satu ini yang paling bisa njawab kalau jadi bahan guyonan teman-teman. Tapi sayangnya Aghes cuma bisa nemenin di rumah Rosa. Dia nggak bisa ikut jalan-jalan karena sudah ditunggu temannya untuk balik ke Surabaya. Yah, Aghes… padahal kami belum puas mengerjaimu sama Cahyo. LHO?

Cahyo: nah lo, ini dia yang jadi biang kerok kelas 3 dulu. Tapi sekarang nggak kok, Cahyo sudah membanggakan kami semua. Dia adalah salah satu teman kami yang sudah kerja. Tapi info yang aku tahu cuman dia kerja di Jakarta. Aku tidak menggali lebih jauh. Cahyo juga lebih dewasa kali ini. Bangga punya teman kayak kamu, Yo!

Fasluki: apa?! kuliah dua?! Heh, aku baru tahu malah kalau Fasluki kuliah di Unair. Ambil jurusan hukum sama… apa lagi satunya? Ah entahlah, pokoke hebat. Cowok yang satu ini adalah teman satu bangkuku waktu kelas 3 kemarin. Nyambung aja lah kalau ngobrol sama dia. Lucu pula.

Gansar: maunya dipanggil apa? Gansar atau Kharis, jangan Hoho. Entah siapa yang pertama kali membuat nama panggilan itu untuknya. Kalau Gansar ini biang kerok waktu kelas 2. Sebenarnya nggak nakal, tapi lucu. Tapi nggak tahu deh, jadi dilema. Gansar menceritakan suka dukanya masuk ruang BK. Sekarang dia kuliah di ITS jurusan Teknik Elektro. “Bagaimana kalau Gansar jadi Presiden BEM?” jadi salah satu topik pembicaraan di rumah Rosa. Gansar ini penyerang pembicaraan pertama sebelum Misbach. Dia juga yang paling semangat ke pemancingan.

Alfian: dulu julukannya Sammy, kayak Samuel Rizal katanya (iya tah?). Cowok satu ini paling demen ikut meramaikan suasana ketika keadaan sudah panas. Ada saja alasan untuk menambahkan yang sudah diutarakan orang lain. Sip deh! Sekarang Alfian juga sudah kerja di PLN. Jadi kayak bapak-bapak muda. Hohohoho….

Udin: Assalamualaikum. Ini dia cowok paling menyejukkan hati, meskipun agak nggak bener juga. Apa yang dikatakan Udin pasti didengarkan teman-teman. Soalnya biasanya penting, walau kadang-kadang mbanyol juga. Udin kalau nggak salah sekarang juga kuliah di Manajemen Informatika Poltek Malang. Yang paling hebat, Udin termasuk tim ICT Kabupaten yang ikut membantu pengembangan sekolah kami SMP 1 dalam hal jaringan, teknologi, dan lain sebagainya. Koreksi kalau ada salah, Mas Udin.

Fajar: sahabatku yang lain. Dia satu kampus dengan Gansar. Sama seperti Alfian, cowok satu ini juga punya cara untuk membuat pembicaraan semakin panas. Reuni kemarin Fajar tidak ikut kumpul di rumah Rosa. Dia langsung ke lokasi kedua reuni kami dari rumah saudaranya di Mojosari. Yang aku tahu sih, Fajar ini aktivis di kampus. Orang penting lah… Bener ga, Pak Kadep?

Yups, itu tadi semua adalah nama-nama yang ikut meramaikan acara reuni kali ini (ditambah aku sendiri). Nanti tambah satu nama lagi. Tapi nanti ya!

Iklan

12 thoughts on “REUNI: Dari Mancing Sampai Gendong Bayi

  1. hai hai hai,,,,q uda mengunjungi blog niy lhow,,,,hheheheh,,,q tak hanya menghanyutkan,,,,tp menenggelamkan,,,,hehehe,,,dasar lambertus,,,mksd lhow
    q d uner ma kiki jg,,,qta calon psikolog,,,(amin)
    oiya,,,skalian dijabarin karakter penghuni 2g en 3d smw,,,skalian gitu,,,jgn setengah2,,,hayo,,,,eleng ora????

  2. untung izi bukan uzi..jd senjata deh…seru banget reunian..jd inget temen temen smu di facebook,koment koment dulu ahh..berkunjung bro..salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s